<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007</id><updated>2012-01-25T02:13:00.215-08:00</updated><title type='text'>The Savunesse from Manado</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-6583567982068147126</id><published>2009-06-05T20:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T21:30:27.143-07:00</updated><title type='text'>Gula Sabu ... panganan unik sekaligus bermanfaat</title><content type='html'>Tidak semua orang di daerah lain di luar NTT tahu dan ngerti apa itu Gula Sabu ..&lt;br /&gt;Aku pernah search lewat Google dengan kata kunci Gula Sabu dan hasilnya minim sekali , yang muncul di hasil searching malah Sabu-sabu .. he..he.. lucu memang Gula Sabu bukan jenis psikotropika khan ..&lt;br /&gt;Gula Sabu merupakan panganan khas Pulau Sabu yang sangat unik dan bermanfaat .  Kenapa begitu ? Sepintas kayaknya aneh kalau disebut unik karena seperti kebanyakan jenis Gula yang diolah dari pohon enau / tuak / kelapa , semuanya pasti mirip dan bisa ditemui di hampir semua daerah di seantero Kepulauan Nusantara. Yang menjadukannya unik adalah Gulanya tidak dibuat sampai berbentuk Padat melainkan diolah sampai berbentuk cair saja. Sepintas , Gula sabu kelihatan seperti Madu ,tetapi jika dicermati lebih seksama strukturnya lebih kental. Gula Sabu merupakan hasil olahan pertanian mayoritas penduduk Pulau Sabu dan Raijua. Hal ini tidaklah aneh karena Pohon Tuak sebagai sumber nira ( bahan baku pembuatan Gula Sabu ) bertebaran merata di setiap sudut Pulau itu. Gula Sabu bahasa sabunya 'Donahu' kalau lengkapnya 'Donahu Hawu'.&lt;br /&gt;Bagi Orang Sabu , Gula Sabu adalah panganan utama selain beras dan jagung yg melengkapi keseharian mereka ditengah kondisi geografis Pulau Sabu yang rawan kekeringan . Jika terjadi gagal panen pada tanaman palawija dan stok makanan menipis , maka Gula Sabu juga dipakai sebagai panganan untuk survive. &lt;br /&gt;Gimana sih cara mencicipi Gula Sabu ? Gampang , hanya disendok atau diambil menggunakan jari, kemudian diputer2 sejenak sampai tidak menetes lagi terus happpp ..di telan deh ... jangan lupa setalah itu minum air yang banyak .. dijamin pasti kenyang ... Hebatkan Gula Sabu, hanya dengan beberapa sendok saja bisa menghilangkan rasa lapar. &lt;br /&gt;Cara lain mencicipi nikmatnya Gula Sabu adalah dengan membuatnya dalam bentuk minuman , cukup tuangkan air dan gula kedalam cangkir ( mug ) terus diaduk dan diminum seperti minum teh . Kalau aku sih suka cara yang ke dua .. lebih maknyus...he..he..&lt;br /&gt;Selain sebagai pengilang rasa lapar , berdasarkan pengalaman saya , Gula Sabu bisa dimanfaatkan sebagai obat penghilang panas dalam dan juga penghilang rasa pering di lambung akibat sakit magh. Selain ke dua cara penyajian tersebut , Gula Sabu juga bisa dicampurkan dengan bahan - bahan lain untuk dibuat jenis panganan yang lain.&lt;br /&gt;Sebagai bahan yang bermanfaat , Gula Sabu juga memiliki nilai jual yang lumayan &lt;br /&gt;menjanjikan. Sejak aku kecil , saudara-saudara ku sering datang dari Sabu ke Ende untuk berdagang Gula Sabu. Harganya cukup bersaing dengan produk olahan lainnya.&lt;br /&gt;Demikian sekilas ulasan tentang Gula Sabu , semoga bisa memberikan sedikit pencerahan bagi yang belum tahu tentang Gula Sabu dan juga mengembalikan memori tentang citarasa Gula Sabu bagi Orang Sabu yang ada di perantauan ..he..he..( aku aja sudah 5 tahun ngga pernah merasakan nikmatnya minum gula Sabu ).&lt;br /&gt;Saking berperannya Gula Sabu dalam kehidupan Orang Sabu hingga ada lagu Sabu yg endingnya gini "Bh'ole be'lo rai di rai hawu , rai due donahu" artinya 'jangan rupa tanah kita tanah sabu, tanah tuak dan gula" .. I miss Donahu Hawu ..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-6583567982068147126?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/6583567982068147126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=6583567982068147126&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/6583567982068147126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/6583567982068147126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2009/06/gula-sabu-panganan-unik-sekaligus.html' title='Gula Sabu ... panganan unik sekaligus bermanfaat'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-1329437515442509459</id><published>2009-03-18T05:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T05:21:54.609-07:00</updated><title type='text'>AGAMA SUKU SABU (Fokus pada Wilayah Habba)</title><content type='html'>DIKUTIP DARI : Face Book , Group Mira Ke'di Hari&lt;br /&gt;Ditulis oleh : Valentin Riwu Kaho wroteon March 2, 2009 at 1:43pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Pendahuluan (Latar Belakang).&lt;br /&gt;Sabu secara geografis merupakan salah satu pulau di wilayah Propinsi Nusa tenggara Timur (121045 dan 12204, Belahan Barat; 10027 dan 10038, Lingkaran Selatan) Yang terletak secara terndiri di tengah Laut Sawu. Menyebut Sabu maka tidak telepas dengan sebuah pulau kecil didekatnya yankni pulau Raijua. Jadi keduanya adalah satu kesatuan baik mengenai adat maupun keturunan walaupun berbeda pulau.&lt;br /&gt;Dalam Kehidupan Orang Sabu khususnya dalam kehidupan religi tidak terlepas kaitannya dengan aspek kehidupan lain yakni bidang, ekonomi sosial dan budaya atau adat istiadat. Hal ini bermula dari pandangan bahwa semuanya harus didasarkan pada keselarasan dengan agama suku, atau atas pandangan bahwa segala sesuatu adalah merupakan pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa (Deo Mone Ae) sehingga segalanya harus dilakukan dalam suasan yang religi dalam kehidupan. Dalam segala segi kehidupan, setiap kegiatan-kegiatan selalu diawali dengan ritual-ritual dengan maksud memohon bimbingan, petunjuk, berkat serta penjagaan dari Deo.&lt;br /&gt;Dalam Tulisan ini saya coba menulis mengenai Agama Suku Sabu yang lebih menekankan pada Penyelenggaraan serta pemahaman yang ada di wilayah Seba (Habba). Hal ini disebabkan karena pada beberapa daerah lain dI Sabu yang memiliki corak-corak yang agak berlainnan, walaupun tidak signifikan namun dimaksud agar tidak terjadi salah pengertian dari pihak lain. Di samping itu juga kebetulan saya adalah salah seorang dari keturunan Sabu yang leluhur berasal dari wilayah Habba (Namata), yang mungkin sedikit lebih mengenal tentang peristiwa, penyelenggaraan Agama Suku Sabu di Habba. Tulisan ini didasarkan atas pengalaman, beberapa buku refrensi dan ceritra orang tua (leluhur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Tentang Daerah Asal Orang Sabu (Sejarah).&lt;br /&gt;Tentang asal usul orang Sabu dan negeri asalnya, terdapat beberapa versi menurut ceritera beberapa orang Mone Ama dan mereka mengetahui tentang sejarah Sabu. Meskipun demikian, dari tuturan mereka itu terdapat satu kesimpulan yang sama bahwa nenek-moyang orang Sabu berasal dari suatu negeri yang sangat jauh, letaknya di ufuk Barat pulau Sabu.&lt;br /&gt;Sejarah dunia memberitahukan bahwa antara abad ke-3 sampai abad ke-4 ada arus perpindahan penduduk yang cukup banyak dari India Selatan, ke kepualauan Nusantara. Perpindahan penduduk itu disebabkan karena pada kurun waktu terjadi peperangan yang berkepanjangan di India Selatan, Raja Chandragupta II yang memerintah di India Utara dari tahun 375-413 telah menyerang dan menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil, teramasuk kerajaan Gujarat di India Selatan. Keamanan yang buruk telak mendorong orang untuk mencari daerah pemukiman baru yang lebih aman.&lt;br /&gt;Jauh hari sebelumnya, telah tersebar berita bahwa di kepulauan Nusantara, di mana pengaruh India sudah semakin besar, adalah negeri yang aman, tenteram dan makmur. Maka terbitlah dorongan kuat diantara penduduk untuk meninggalkan negeri asalnya menuju negeri baru yaitu kepulauan Nusantara.&lt;br /&gt;Dari syair-syair kuno dalam bahasa Sabu dapat diperoleh informasi sejarah mengenai negeri asal dari leluhur Sabu. Syair-syair itu mengungkapkan bahwa negeri asal orang Sabu terletak sangat jauh di seberang laut di sebelah Barat yang bernama Hura. Dalam peta India memang terdapat Kota Surat di Wilayah Gujarat, India Selatan. Kota Surat terletak di sebelah Kota Bombay, teluk Cambay, India Selatan. Daerah Gujarat pada waktu itu sudah di kenal di mana-mana sebagai pusat perdagangan di India Selatan. Kota dangang yang terkenal adalah Koromandel.&lt;br /&gt;Orang Sabu tidak dapat melafalkan kata Surat dan Gujarat itu sebagaimana mestinya. Lidah mereka menyebutnya Hura.&lt;br /&gt;Sebelum perpindahan penduduk itu, antara abad ke 2-3 sudah terjalin hubungan perdagangan antara kepulauan Nusantara dengan pedagang-pedagang dari India Selatan. Pengaruh India Selatan besar sekali terhadap kepualauan Nusantara. Pada abad ke-2 sampai abad-16 telah berdiri kerajaan-kerajaan Hindu-Budha, mula-mula di Jawa, kemudian di Sumatera dan Kalimantan. Dari antara kerajaan-kerajaan itu yang paling terkenal dan paling besar pengaruhnya di kepulauan Nusantara adalah kerajaan Majapahit. Sisa-sisa pengaruhnya masih dapat ditemui di kalangan masyarakat Sabu.&lt;br /&gt;Para pendatang dari Gujarat ini ketika tiba di pula Raijua dapat hidup bersama dengan para imigran yang berasal perpindahan penduduk gelombang kedua yang berasimilasi dengan imigran gelombang pertama, meskipun pengaruh mereka tampak dominan.&lt;br /&gt;Menurut ahli sejarah sebelum India Selatan, Nusantara sudah dihuni oleh Austronesia kira-kira 2000 SM. Kemudian disusul ras Mongoloid, lewat Muangthai, Malasyia Barat dan menyebar di Nusantara, kira-kira 500 SM.&lt;br /&gt;Rombongan India Selatan menjadi penghuni pertama pulau Raijua di bawah pimpinan Kika Ga. Setelah kawin mawin mereka kemudian menyebar di pulau Sabu dan Raijua menjadi cikal bakal orang Sabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Pengaruh Majapait (Hindu-Jawa).&lt;br /&gt;Pada abad ke 14 sampai awal abad ke 16, Majapahit berhasil menguasai dan menyatukan Nusantara. Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu-Jawa. Meskipun demikian setiap kerajaan di bawah kekuasaanya memiliki otonomi seluas-luasnya untuk mengurus rumah-tangganya dengan satu persyaratan yakni tetap mengakui kedaulatan Majapahit lewat pemberian upeti. Bukti pengaruh Majapahit terhadap Sabu dapat dilihat dalam:&lt;br /&gt;a. Mitos (ceritra rakyat) yang meberikan penghormatan terhap raja Majapahit. Sehingga muncul ceritra bahwa Raja mjapahit dan istrinya pernah tinggal di Ketita di pulau Raijua dan pulau Sabu.&lt;br /&gt;b. Ada kewajiban bagi setiap rumah tangga untuk memelihara babi yang setiap saat akan dikumpul untuk dipersembahkan kepada Raja Majapahit.&lt;br /&gt;c. Ada batu peringatan untuk Raja Majapahit yang disebut wowadu Maja dan sebuah sumur Maja di wilayah Daihuli dekat Ketita.&lt;br /&gt;d. Setiap 6 tahun sekali ada upacar yang diadakan oleh salah satu Udu di Raijua, Udu Nadega yang diberi julukan Ngelai yang menurut ceritra adalah keturunan orang-orang Majapahit.&lt;br /&gt;e. Motif pada tenunan selimut orang Sabu yang bergambar Pura.&lt;br /&gt;f. Di Mesara ada desa yang bernama Tanah Jawa yang penduduknya mempunyai profil seperti orang Jawa. Sedangkan di Mesara juga ada tempat dekat pelabuhan Mesara yang disebut dengan Mulie yang diambil dari bahasa Jawa yakni Mulih yang berarti pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Pembagian Wilayah dan Penyebaran Penduduk di Sabu.&lt;br /&gt;Pembagian wilayah ini terjadi pada masa Wai Waka (generasi*) ke 18). Pembagian ini dibuat berdasarkan jumlah anak-anaknya yang dibagikan. Pembagian tersebut adalah:&lt;br /&gt;a. Dara Wai mendapat wilayah Habba (Seba)&lt;br /&gt;b. Kole Wai mendapat wilayah Mehara (Mesara)&lt;br /&gt;c. Wara Wai mendapat wilayah Liae.&lt;br /&gt;d. Laki Wai mendapat wilayah Dimu (Timu).&lt;br /&gt;e. Dida Wai mendapat wilayah Menia.&lt;br /&gt;f. Jaka Wai mendapat wilayah Raijua.&lt;br /&gt;Dari pembagian ini telah menyebakan terbentuknya komunitas genelogis-teritorial, dimana suatu rumpun keluarga terikat pada pemukiman tertentu.&lt;br /&gt;Karena rumpun ini berkembang semakin besar maka dibentuk suatu sub-rumpun yang disebut Udu yang dikelpali oleh seorang Bangu Udu. Di Habba (Seba) terdapat 5 Udu yang nanti akan terbagi lagi menjadi Kerogo-kerogo.&lt;br /&gt;5 Udu di Seba tersebut adalah:&lt;br /&gt;1. Udu Nataga (terdiri dari 9 kerogo).&lt;br /&gt;2. Udu Namata (terdiri dari 4 kerogo).&lt;br /&gt;3. Udu Nahoro (terdiri dari 4 kerogo).&lt;br /&gt;4. Udu Nahpu&lt;br /&gt;5. Udu Naradi (kedua terakhir tidak terbagi dalam kerogo).&lt;br /&gt;Di Sabu dan Raijua seluruhnya terdapat 43 Udu dan 104 kerogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Agama Suku &amp; Hal-hal Menyangkut Ritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistim Kepercayaan.&lt;br /&gt;Agama suku Sabu atau Agama Asli Sabu tidak diketahui namanya. Pada umunya orang menyebut agama suku Sabu dengan nama “jingitiu”, yang berasal dari kata “jingiti Au” yang diartikan atau ditafsir oleh para penginjil dan pendeta dahulu dengan nada lecehan yakni “jingi” artinya melanggar atau menolak, “ti” artinya dari dan “Au” artinya engkau (Tuhan). Jadi dapat diartikan secara harafiah bahwa Jingitiu adalah agama yang menolak Tuhan. Padahal nama ini adalah penyebutan yang berikan oleh penginjil Potugis yang datang ke Sabu pada Tahun 1625. Mereka menyebut dengan Gentios (kafir/ tidak mengenal tuhan). Yang menurut pelafalan orang Sabu adalah jingitiu. Hal tersebut dapat dilhat juga dalam penyebutan mereka terhadap agama suku di Belu yang dilafalkan oleh orang Belu dengan Dintiu.&lt;br /&gt;Para Mone Ama (pimpinan agama suku) pada waktu itu menerima penyebutan tersebut karena ketidak mengertian mereka terhadap arti dari istilah/ penyebutan tersebut.&lt;br /&gt;Beberapa hal mengenai sistim kepercayaan Agama Suku Sabu:&lt;br /&gt;1. Orang Sabu Pecaya pada satu Zat Ilahi yang disapa dengan “Deo Ama” (Allah Bapa asal dari segala sesuatu), “Deo Woro Deo Pennji” (Tuhan pencipta semesta) atau “Deo Mone Ae” (Tuhan Maha Kuasa/ Maha Agung).&lt;br /&gt;2. Segala ciptaan terdiri dari 2 unsur yang esensial, mengandung daya yang saling bertentangan, bergantungan, dan saling melengkapi. Contohnya laki-laki dan perempuan. Keduanya adalah setara dengan masing-masing fungsi yang saling melengkapi. Sehingga dalam kehidupan orang Sabu Laki-laki dan perempuan selalu dilihat sebagai suatu kesetaraan atau apa yang kenal sekarang dengan istilah “gender.”&lt;br /&gt;3. Manusia harus selalu menjaga hubungan atau relasi yang baik dengan Tuhan. Jika hubungan itu baik maka disebut dengan “Meringgi” atau dingin yang mendatangkan damai sentosa, mengerru (hijau/ kesuburan) dan merede (kelimpahan). Tetapi sebaliknya dan bila terjadi kesalahan atau pelanggaran terhadap aturan atau tatanan yang ada akan mendatangkan hal-hal yang “Pana” (Panas) atau hal-hal yang berupa petaka, bencana.&lt;br /&gt;4. Untuk menjaga Relasi yang harmonis antara Manusia dan Tuhan maka dalam tatanan kehidupan diatur juga tentang ritual-ritual keagaaman, hubungan kekerabatan dan hukum adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Nada&lt;br /&gt;Nada adalah tempat beribadat bagi penganut agama suku Sabu (Agama Asli). Nada pertama didirikan Kika Ga di Kolo Marabbu (generasi 11, Miha Ngara). Nada perkembang menjadi dua, yang satu tetap di Merabbu, yang satu di Kolo Teriwu.&lt;br /&gt;Pada masa Wai Waka (generasi 18) diadakan pembagian wilayah dan masing-masing wilayah didirikan Nada.&lt;br /&gt;Pada masa Robo Aba (Generasi 24) terjadi perpindahan Nada dari Kolo Teriwu ke Namata. Tidak semua yang dipindahkan termasuk Eku (salah satu alat penting). Eku baru berhasil dibawa ke Namata pada masa Mata Lai (generasi 29). Dengan demikian lengkaplah sudah perlengkapan upacara bagi penduduk di wilayah Habba.&lt;br /&gt;Dalam perkembangan disamping Nada di Namata ( Nada Ae Namata ) di bangun Nada di Rai Dana (Nada Ae Gurikebeu). Nada ini juga diurus oleh Mone Ama dari Namata.&lt;br /&gt;a. Batu-batu (wowadu)di Nada Ae Namata, antara lain :&lt;br /&gt;1. Wowadu Piga Hina ;&lt;br /&gt;2. Wowadu Ngellu ;&lt;br /&gt;3. Wowadu Lirru Bella ;&lt;br /&gt;4. Wowadu Dahi Bella ;&lt;br /&gt;5. Wowadu Lawarai (batu peringatan terhadap Hawu Miha di Teriwu;&lt;br /&gt;6. Wowadu Kika Ga;&lt;br /&gt;7. Wowadu Petti Ma Ratu Kaho, dan beberapa batu lainnya yang semuanya ada berjumlah 14 buah.&lt;br /&gt;b. Batu-batu di Nada Ae Gurikeberu, antara lain:&lt;br /&gt;1. Wowadu Ettu (batu Ulat);&lt;br /&gt;2. Wowadu Lale Dahi (batu kiamat atau air bah);&lt;br /&gt;3. Wowadu Lakati (batu penyakit cacar);&lt;br /&gt;4. Wowadu Kolera (batu penyakit kolera);&lt;br /&gt;5. Wowadu Heraba (batu penyakit serampa atau morbili); dan beberapa batu lain.&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa batu dalam agama suku Sabu bukanlah sembahan tetapi merupakan sarana berupa mesbah untuk meletakkan korban persembahan bagi Deo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mone Ama (Majelis Adat &amp; Agama).&lt;br /&gt;Dalam tata kehidupan termasuk didalamnya dalam urusan pemerintahan, keagamaan diatur oleh sebuah sistim kemajelisan yang mempunyai fungsi masing-masing. Majelis ini disebut dengan Majelis Mone Ama. Bagi orang Sabu Agama dan Hukum Adat merupakan dasar bagi kehidupan mereka, naik dalam bidang sosial, ekonomi, kesenian. Sehingga segala aspek kehidupan tersebut harus mencerminkan totalitas yang serasi dengan agama (agama suku).&lt;br /&gt;Di Habba pada mulanya Majelis Mone Ama ini cuma terdiri dari 4 orang (masa Roba Aba, genarasi 24) masing-masing adalah:&lt;br /&gt;• Deo Rai&lt;br /&gt;• Do Heleo.&lt;br /&gt;• Rue.&lt;br /&gt;• Pulodo.&lt;br /&gt;Dari majelis ini, yang memimpin kemajelisan adalah yang memangku jabatan sebagai Deo Rai. Hal tersebut dapat dilihat dalam hal perlengkapan upacara serta urutan-urutan dalam pelaksanaan upacara.&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya dengan melihat kebutuhan dan permasalahan dalam masyarakat yang semakin kompleks maka jumlah Mone Ama juga bertambah. Di Habba berkembang menjadi 9 orang, yakni:&lt;br /&gt;• Deo Rai.&lt;br /&gt;Tugasnya sebagai pemimpin, penegak syarat agama dan adat serta menjalankan pemerintahan. Memimpin upacara yang bersangkutan dengan tugasnya antara lain; Puru Hogo, Baga Rae, Jelli Ma, Hanga Dimu, Daba, Banga Liwu, Hole. Selain itu juga ia bertugas dalam masalah tanah, paertanian (Kacang hijau) dan yang terakhir adalah tugasnya sebagai pemimpin upacara untuk memanggil hujan.&lt;br /&gt;• Pulodo.&lt;br /&gt;Tugasnya adalah masalah pertanian (padi), kesuburan tanah, kegiatan-kegiatan musim kemarau termasuk sabung ayam, mendampingi Deo Rai dalam upacara Puru Hogo dan upacara lainnya, berkoordinasi dengan Bengu Udu dalam urusan pemerintahan.&lt;br /&gt;• Doheleo.&lt;br /&gt;Mengawasi agar adat ditegakkan secara tertib dan teratur, melihat setiap peristiwa (bencana) yang terjadi karena pelanggaran adat. Memimpin upacara tyolak bala. Masalah pertanian (jagung Rote/ sorgum) serta urusan kesuburan tanah.&lt;br /&gt;• Rue.&lt;br /&gt;Melakukan upacara menghilangkan akibat dari perbuatan haram (tolak bala). Menyelesaikan bencana alam, hama dan wabah penyakit.&lt;br /&gt;• Latia&lt;br /&gt;Memimpin upacara pentahiran yang bersangkutan dengan korban manusia, tanaman dan rumah yang terbakar.&lt;br /&gt;• Bakka Pahi.&lt;br /&gt;Memimpin upacara pentahiran yang bersangkutan dengan korban manusia, tanaman dan rumah akan tetapi tidak terbakar.&lt;br /&gt;• Maukia.&lt;br /&gt;Menangani segala urusan menyangkut peperangan. Menangani apa yang bersangkutan dnega barang-barang yang bersifat haram dari luar, lewat upacara memuat dalam suatu perahu dan dihanyutkan ke laut.&lt;br /&gt;• Kenuhe.&lt;br /&gt;Pada waktu perang dan ada musuh yang terbunuh maka tuganyalah untuk memangku mayat sementara upacara berlangsung.&lt;br /&gt;• Tutudalu.&lt;br /&gt;Setiap mayat dalam pangkuan Kenuhe dikuliti kulit kepala dan ditanam dalam nada dan hal ini dilakukan oleh Tutudalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalender Adat dan Upacara menurut Siklus Kehidupan Orang Sabu.&lt;br /&gt;Tidak ada satupun aktivitas hidup orang Sabu selama satu tahun kalender yang dapat terpisah dari kehidupan keagamaan. Pola ini ini didasarkan atas 9 amanat Deo Ama, yakni:&lt;br /&gt;• Puru Hogo&lt;br /&gt;• Baga Rae&lt;br /&gt;• Jelli Ma&lt;br /&gt;• Hanga Dimu&lt;br /&gt;• Daba • Banga Liwu&lt;br /&gt;• Hole&lt;br /&gt;• Hapo&lt;br /&gt;• Made&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut merupakan syarat agama sekaligus merupakan adat orang Sabu, terutama bagi mereka masih menganut agama asli.&lt;br /&gt;Dalam penyelenggaraan pemenuhan 9 amanat ini maka pelaksanaannya tidak telepas kaitannya dengan kalender kegiatan tahunan. Adapun kalender Tahunan tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kelila Wadu (Jul-Agust)&lt;br /&gt;2. Tunu Manu (Agust-Sept)&lt;br /&gt;3. Bagarae (Sept-Okt)&lt;br /&gt;4. Ko’o Ma (Okt-Nov)&lt;br /&gt;5. Naiki Kebui (Nov-Des)&lt;br /&gt;6. Wila Kolo (Des-Jan) 7. Hanga Dimu (Jan-Ferb)&lt;br /&gt;8. Daba Akki (Ferb-Mart)&lt;br /&gt;9. Daba Ae (Mart-April)&lt;br /&gt;10. Banga Liwu (April-Mei)&lt;br /&gt;11. A’a (Mei-Juni)&lt;br /&gt;12. Ari (Juni-Juli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan 9 Amanat Deo:&lt;br /&gt;• Puru Hogo; diadakan pada bulan Kelila Wadu, saat akan dimulainya kegiatan iris tuak &amp; dan masak gula yang merupakan salah satu bahan makanan pokok orang Sabu.&lt;br /&gt;• Baga Rae; diadakan pada akhir bulan Baga Rae, dengan tujuan;&lt;br /&gt;Sebagai tanda akhir dari kegiatan iris tuak dan masak gula.&lt;br /&gt;Menyumbat mulut tanah agar jangan menelan korban.&lt;br /&gt;Mengecek tentang curah hujan pada musim penghujan yang akan datang.&lt;br /&gt;Memagari daerah agar terhindar dari musuh dan malapetaka.&lt;br /&gt;Mempererat tali persaudaraan antara warga udu dan kerogo.&lt;br /&gt;• Jelli Ma; diadakan pada bulan Ko’o Ma sebagai upacara membersihkan kebun.&lt;br /&gt;• Hanga Dimu; diadakan pada bulan Hanga Dimu, yakni Deo Rai dan Pululodo memulai panen Kacang Hijau dilanjutkan dengan acara Nga’a Hanga Dimu. Setelah itu baru warga boleh memulai panen kacang hijau.&lt;br /&gt;• Daba; dalam daur hidup dikenal tahap; lahir (metana), pemberian nama (pe wie ngara), hapo (pengakuan tentang sahnya anak), daba (baptis), leko wue (belajar memakai pakaian), bagga (sunat) , potong gigi dan perkawinan (peloko nga’a) serta kematian (made).&lt;br /&gt;Daba merupakan rangkaian acara yang dilaksanakan pada hari ketiga setelah panen sorgum dan pesta pado’a. Daba diadakan pada bulan Daba Akki.&lt;br /&gt;• Banga Liwu; diadakan pada bulan Banga Liwu (malam ke 9 dari bulan baru). Dalam rangkai upacara tersebut bertujuan untuk:&lt;br /&gt;Mendinginkan obyek-obyek seperti kebun kapas, kebun kelapa, pinang dan kandang ternak.&lt;br /&gt;Penghormatan terhadap arwah leluhur dengan membawa sirih pinang ke pekuburan leluhur dan malamnya diadakan “Pe-do’a bui ihi”.&lt;br /&gt;• Hole; dilakukan pada hari ke 7 setelah purnama pada bulan Banga Liwu. Salah satu tujuannya adalah melepaskan celaka ke laut serta menutup mulut laut agar hasil yang dari darat jangan terhisap atau tertelan ke dalam laut. Atau dapat dikatakan dengan istilah buang sial.&lt;br /&gt;• Hapo; merupakan acara pengakuan terhadap anak yang dilahirkan.&lt;br /&gt;• Made; upacara yang bersangkutan dengan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. Penutup.&lt;br /&gt;Dan dari hal-hal yang tersebut diatas maka saya ingin menyampaikan tentang beberapa hal untuk bagian akhir dari tulisan ini bahwa saya sangat tidak sependapat dengan penyebutan jingitiu bagi Agama Suku Sabu. Penyebutan tersebut merupakan penyalahan arti dan merupakan penghinaan bagi orang Sabu serta menujukkan ketidak tahuan atau kurang mengertinya orang tentang tatanan kehidupan, adat istiadat dan Sistem kepercayaan orang Sabu. Saya lebih setuju dengan pendapat dari:&lt;br /&gt;1. Pdt. Victor I. Tanya, PhD, yakni: Melihat pada kenyataan bahwa sebagian besar penduduk di Tanah Air kita yang belum menganut salah satu agama tidak dapat begitu saja digolongkan sebagai orang yang tidak ber-Tuhan atau kafir. Dalam kepercayaan yang beragam di muka bumi persada kita, kesemua pemeluknya mempunyai kesadaran, kepercayaan dan praktek-praktek beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Perlu diingat bahwa apa yang disebut dengan Politeisme (menyembah Allah yang Banyak) sebenarnya tidak ada tetapi cuma karena ada kesalah pahaman tentang Zat Ilahi yang satu yang menampakkan wujudnya dalam berbagai bentuk. Agama-agama sukupun tidak politeisme namun monoteisme. Sehingga sungguh adil bila kepercayaan-kepercayaan tersebut diberikan kedudukan hukum, sosial dan politik yang sama dengan agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pdt. DR. Eka Darma Putra, dalam artikelnya berjudul “Inter-Relationship Among Religious Group In Indonesia”. Dalam karangan tersebut mengangkat beberapa renungan bagi kita: Apakah kita adalah saksi dari Kristus ataukah saksi dari Agama Kristen? (Kisah 1:18). Kalau kita saksi dari Kristus, maka hendaknya kita renungkan bahwa Allah yang diperkenalkan oleh Yesus adalah bukan Allah dari suatu agama tertentu, Allah yang hanya disembah secara ekslusif melalui ritus tertentu pada tempat tertentu? Bukankah Yesus telah merelatifkan klaim yang bersifat absolut dan ekslusif dari satu agama tertentu? (Yoh 4:21-23 &amp; Mat 7: 21- 23) Apakah yang paling penting bagi Yesus, ajaran dan kata-kata yang indah ataukah perbuatan yang sesuai dengan kehendak Allah. Atau yang lebih tegas yang diambil dari bacaan Kisah 24:14 yakni bahwa: Apakah yang dimaksudkan dengan agama Kristen dan para pengikutnya yang percaya kepada Yesus yang adalah Jalan kepada Tuhan, ataukah yang dimaksudkan Yesus pada bacaan itu adalah bukan agama yang benar, melainkan Jalan yang benar yang dimaksudkan oleh Yesus yaitu Dirinya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian seiring dengan hal tersebut maka kita selalu diingatkan agar kita jangan mudah untuk mencela agama atau kepercayaan lain termasuk agama suku. Tapi marilah kita selalu mengemban tugas yang telah dimandatkan kepada kita sebagai saksi Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR BACAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pdt. Victor Imanuel Tanya PhD; Hidup Itu Indah, BPK, Jakarta, 1989.&lt;br /&gt;2. Soemarjono Danoewidjojo: Beberapa Segi Struktur Kemasyarakatan Sawu, Majalah Hukum Adat Tahun ke-2, no. 1 dan 2, MIPI, Yogyakarta.&lt;br /&gt;3. Daniel J. Adams: Teologi Lintas Budaya, BPK Jakarta 1992.&lt;br /&gt;4. DR. Nico L. Kana: Dunia Orang Sabu; disertasi, Jakarta 1978.&lt;br /&gt;5. Robert Riwu Kaho: “Orang Sabu dan Budayanya” (Suatu Gagasan ke Arah Perubahan, Pebaharuan dan Kesadaran Membangun Manusia dan Budaya dalam Memasuki Milenium ke-3, Panitia Sidang Majelis Sinode GMIT XXV di Sabu, Sabu, 2000.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-1329437515442509459?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/1329437515442509459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=1329437515442509459&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/1329437515442509459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/1329437515442509459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2009/03/agama-suku-sabu-fokus-pada-wilayah.html' title='AGAMA SUKU SABU (Fokus pada Wilayah Habba)'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-8790501687458861656</id><published>2009-02-05T02:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T03:11:54.965-08:00</updated><title type='text'>Jika....</title><content type='html'>Sore ini pikiran lagi sumpek sekali .. bahasa kerennya "Bete Buanget...". Tidak tahu kenapa .. hampir tidak ada yang ingin dikerjakan .. pinginnya diam saja..&lt;br /&gt;Tiba -tiba kepikiran deh untuk menulis di blog ini...&lt;br /&gt;Satu hal yang terpikir oleh ku .. bagaimana jika Sabu itu letaknya di depan Kota Kupang ( The Capital city of East Nusa Tenggara ) alias bersebarangan dengan Rote.. pastilah kondisinya akan sangat jauh berbeda dengan kondisinya saat ini. &lt;br /&gt;Why I could state like these ? Pasti ada alasannya.&lt;br /&gt;Jika kita meng-komparasi perkembangan Rote dan Sabu , Sabu jauh sangat-sangat tertinggal , padahal jika dilihat dari jumlah penduduk , produktifitas penduduk ataupun sumber dayanya .. tidak jauh berbeda. Tetapi jika dilihat dari arus masuk keluar uang , barang dan jasa.. maka dapat dipastikan Pulau Rote lebih banyak dibandingkan Sabu .. Kenapa ? karena lebih mudah dijangkau karena jarak tempuhnya lebih dekat serta lebih banyak alat transportasi yang lalulalang dari dan ke sana. Bagaimana dengan Sabu ? Wah... tidak usah di tanya lagi... walapun sudah memiliki pelabuhan laut dan udara , tapi akses ke sana cukup menguras kantong ,stamina dan nyali. Menguras kantong karena harga tiket ke Sabu sangat mahal jika dibanding dengan beberapa pulau kecil di wilayah lain Indonesia. Menguras stamina , karena waktu tempuh yang cukup jauh dari dan kesana ( letaknya di ujung selatan dan pertengahan Laut Sawu ) sehingga akses dari mana saja tetap sama jarak tempuhnya , mau dari Kupang, Ende maupun Waingapu ( apalagi dari Jakarta he..he..). Yang terakhir ... mengenai Nyali. Diwaktu - waktu tertentu.. jika anda ingin menguji nyali.. silahkan naik kapal laut/ fery ke Pulau Sabu.. kalau anda berhasil dan mau mengulangnya hingga kali yang ke-3 , berarti Anda telah menaklukan ganasnya laut Sawu yang terkenal dengan tinggi gelombang laut di kisaran 5 s/d 7 Meter. Sudah banyak korban yang ditelan oleh Hamparan laut Sawu yang kaya namun "Lapar" akan Korban. Melihat hal itu , kelihatannya pemerintah harus berusaha memperjuangkan pengadaan fasilitas transportasi yang MEMADAI &amp; MURAH bagi masyarakat Sabu. Jika itu bisa terealisasi , mudah-mudahan disuatu saat kelak Sabu &amp; sekitarnta bisa menyamai Pertumbuhan Ekonomi di Rote bahkan daerah - daerah lain di NTT.&lt;br /&gt;Satu hal yang selama ini melekat di pikiran saya , bahwa sebenarnya Sabu menyimpan potensi pariwisata yang cukup menarik baik dari sisi adat istiadat , tradisi , kerajinan maupun potensi alam. Beberapa hari yang lalu saya pernah mencoba melihat - lihat di Goggle Map , banyak sekali pulau - pulau kecil di negara lain yang notabene lokasinya lebih "Terpencil" , bahkan hampir mustahil untuk dijadikan dareah tujuan wisata karena letaknya yang sangat jauh. Setelah saya cari tahu informasi nya lebih dalam , ternyata arus keluar masuk turis ke sana luar biasa.. apa yg dicari disana ternyata mengalahkan tantangan jarak maupun biaya.. bisa dibilang "They will do anything to be there.. Very fantastis. So .. Apa ini bisa dijadikan suatu bahan pembelajaran kecil buat kita , khususnya Pemerintah dan masyarakat Sabu ? Marilah kita segenap warga Sabu.. mari kita promosikan daerah kita ini , sehingga bisa menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik (walaupun ini masih di angan - angan saya ). Dan jangan lupa juga , budaya &amp; tradisinya  tetap dipertahankan , jangan cepat terpengaruh dengan modernisasi negatif , khususnya buat generasi muda Sabu. Akan sangat mengecewakan jika nanti ada yang memang mempunyai tujuan berwisata ke sana , tetapi tidak ada yang bisa dilihat dan dinikmati.&lt;br /&gt;Terlebih kepada Pemerintah Daerah yang baru terbentuk Di sabu &amp; sekitarnya , cobalah lebih berinovasi untuk memajukan Sabu yang kita cintai bersama hingga bukan hanya kita - kita saja yang merasa bangga , tetapi anak - anak dan cucu kita akan terus mengenal Sabu sebagai Pulau &amp; Suku yang kaya akan khasanah budaya dan adat - istiadat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-8790501687458861656?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/8790501687458861656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=8790501687458861656&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/8790501687458861656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/8790501687458861656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2009/02/jika.html' title='Jika....'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-8894521790532422338</id><published>2009-01-27T01:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T02:33:24.654-08:00</updated><title type='text'>Internet Goes To Sabu</title><content type='html'>Mengawali Tahun 2009 ini .. saya ucapkan selamat tahun baru kepada semua orang terlebih khusus kepada seluruh Orang Sabu yang ada di Pulau Sabu dan sekitarnya serta yang ada di perantauan .&lt;br /&gt;Apa peristiwa mutahir yang sedang terjadi di Sabu ... aku sendiri ngga tahu...&lt;br /&gt;Ada satu pertanyaan yang selama ini memenuhi ruang - ruang di kepala ku ..&lt;br /&gt;Pertanyaannya begini : " Kira - kira , di Sabu sudah ada koneksi internet ngga' ya ? Kira - kira apa yang ditulis oleh orang - orang Sabu di media internet ini , dibaca langsung oleh adik , kakak , anak atau saudara bahkan orang yang tidak kita kenal sekalipun  , yang saat ini menghuni Pulau yang kita cintai ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SX7glOt4c-I/AAAAAAAAAJg/kmi5YXB7POE/s1600-h/high-speed-internet.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 270px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SX7glOt4c-I/AAAAAAAAAJg/kmi5YXB7POE/s400/high-speed-internet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295917142044603362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau jawabannya : SUDAH , thank's God .... , tetapi kalau belum .. wah .. ngga kebayang deh.. bagaimana bisa objek yang dicintai , diobservasi , dipublikasikan oleh banyak orang tetapi tidak bisa menikmati informasi itu sendiri .. Kasihan ya..&lt;br /&gt;Masuknya internet ke Pulau Sabu .. selain sebagai sarana masuk keluarnya informasi dari dan ke Sabu , juga akan sangat bermanfaat sebagai sarana belajar untuk siswa - siswi , sebagai sarana untuk menggali informasi bagi aparat pemerintah khususnya dalam rangka penigkatan Sumber Daya Manusia khususnya di awal pembentukan Kabupaten baru , sarana menjual potensi sumber daya untuk dijual ke dunia luar.Dan masih banyak lagi manfaat yang mungkin kita semua sudah tahu. &lt;br /&gt;Semoga di 2009 ini , dengan terbentuknya pemerintahan Kabupaten yang baru.. Sabu bisa lebih maju lagi .. khususnya bisa merasakan akses internet ( walaupun cuma di beberapa titik dulu lah.. yang penting ada ).Mungkin saja .. dalam beberapa bulan ke depan kita - kita yang ada di perantauan bisa ber-Online Ria dengan saudara - saudara kita yang ada di Sabu.&lt;br /&gt;Dan untuk pemerintah atau orang yang punya akses ke pemerintah , tolonglah dibantu masyarakat di Pulau Sabu agar bisa mendapatkan akses internet .. kalau belum bisa gratis.. yang murah juga boleh lah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-8894521790532422338?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/8894521790532422338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=8894521790532422338&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/8894521790532422338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/8894521790532422338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2009/01/mengawali-tahun-2009-ini.html' title='Internet Goes To Sabu'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SX7glOt4c-I/AAAAAAAAAJg/kmi5YXB7POE/s72-c/high-speed-internet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-8571594836226077491</id><published>2009-01-11T23:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T00:38:10.990-08:00</updated><title type='text'>.: Lokasi penyebaran Orang Sabu perantau di NTT</title><content type='html'>Sebenarnya tulisan ku ini bukanlah hasil survey atau observasi , tetapi berdasarkan cerita dari mulut ke mulut , entah itu dari orang tua , sanak saudara atau dari sahabat - sahabat aku.&lt;br /&gt;Berdasarkan penuturan - penuturan yang aku tangkap dan rangkum , maka 5 (lima)daerah penyebaran terbesar masyarakat perantau asal Sabu di NTT adalah :&lt;br /&gt;1. Kota Kupang dan sekitarnya&lt;br /&gt;2. Ende - Flores&lt;br /&gt;3. Maumere - Flores&lt;br /&gt;4. Waingapu - Sumba&lt;br /&gt;5. Reo - Flores&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SWr7QOf5vXI/AAAAAAAAAJQ/ykzuau0grmQ/s1600-h/penyebaran+org+sabu.GIF"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 205px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SWr7QOf5vXI/AAAAAAAAAJQ/ykzuau0grmQ/s400/penyebaran+org+sabu.GIF" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290316968488451442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan hampir sebagian dari total masyarakat Suku Sabu merupakan masyarakat Sabu perantau yang tersebar di daerah - daerah tersebut di atas.&lt;br /&gt;Bayangkan jika semuanya bersatu , terus pulang kembali ke Sabu ? Apa jadinya ya ?&lt;br /&gt;(Ini hanya angan - angan aku aja.. ha..ha...).&lt;br /&gt;Sekarang yang menjadi tanda tanya besar buat aku , kenapa penyebarannya hanya ke daerah itu saja , bukan kah masih banyak daerah lain di NTT yang bisa dijadikan tujuan merantau [migrasi] ? Mungkin karena daerah daerah itu merupakan daerah - daerah pelabuhan dan perdagangan yang langsung berhadapan dengan Laut Sawu dan Pulau Sabu atau juga karena ada faktor lain. Who Knows....... Marilah kita cari jawabannya bersama .. barangkali ada yang lebih memahami fenomena ini ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-8571594836226077491?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/8571594836226077491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=8571594836226077491&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/8571594836226077491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/8571594836226077491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2009/01/lokasi-penyebaran-orang-sabu-perantau.html' title='.: Lokasi penyebaran Orang Sabu perantau di NTT'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SWr7QOf5vXI/AAAAAAAAAJQ/ykzuau0grmQ/s72-c/penyebaran+org+sabu.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-2821705471334895512</id><published>2009-01-09T22:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T22:56:45.185-08:00</updated><title type='text'>.: Henge-dh'o  [ Ciuman ala Orang Sabu ]</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SWhGI_AMcoI/AAAAAAAAAJA/7s4AoKeqdxs/s1600-h/nose+kiss11.GIF"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 271px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SWhGI_AMcoI/AAAAAAAAAJA/7s4AoKeqdxs/s400/nose+kiss11.GIF" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289554882511794818" /&gt;&lt;/a&gt;Jika ada yang bertanya "Pernahkah anda dicium atau mencium seseorang yang tidak memiliki hubungan yang dekat dengan anda seperti hubungan suami-istri atau kakak - adik atau orang tua dan anak ? "  Mungkin hanya sebagian kecil saja menjawab " Pernah !". Dan diantara yang sebagian kecil itu , pastilah orang Sabu. Kok bisa begitu kesimpulannya ? Jawabannya karena Suku Sabu memiliki suatu tradisi unik sekaligus rada aneh ( jika dinilai oleh orang lain ) , yaitu : tradisi berciuman dengan saling menyentuhkan hidung sebagai ungkapan rasa rindu , sayang , hormat , empati kepada orang yang dianggap berhak mendapatkan itu.&lt;br /&gt;Cium / berciuman atau dalam  bahasa Sabunya disebut &lt;b&gt; Henge-dh'o &lt;/b&gt; , bisa anda temui pada saat - saat tertentu dimana sang pemberi dan penerima ciuman berusaha mengktualisasikan ekspresi dari hatinya. Misalnya karena karena perasaan rindu karena sudah lama tidak bertemu atau ada tamu terhormat yang sedang berkunjung atau pada saat merayakan hari raya Natal atau pada saat menyampaikan ungkapan turut bersedih / belasungkawa atau memberikan ucapan selamat karena suatu kejadian yang mendatangkan kebahagiaan dan suka cita atau saat mengakhiri pertentangan /perselisihan , dsb.&lt;br /&gt;Henge-dho' dilakukan dengan tidak mengenal umur , gender , profesi bahkan status sosial.Henge-dho' adalah nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang Orang Sabu yang mengandung makna yaitu betapa kita sebagai sesama manusia harus bisa saling memberi dan menerima tanpa rasa pamrih  dan juga bisa mengaktualisasikan kasih sayang terhadap sesama tanpa pandang bulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-2821705471334895512?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/2821705471334895512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=2821705471334895512&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/2821705471334895512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/2821705471334895512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2009/01/henge-dho-savunesses-kiss-ciuman-ala.html' title='.: Henge-dh&apos;o &lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;font color=&quot;#ffcc00&quot;&gt; [ Ciuman ala Orang Sabu ]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SWhGI_AMcoI/AAAAAAAAAJA/7s4AoKeqdxs/s72-c/nose+kiss11.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-7451881127273891434</id><published>2009-01-09T21:16:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T23:01:39.562-08:00</updated><title type='text'>.: Sirih Pinang  Cemilan Unik Orang Sabu</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SWg5TZqCqmI/AAAAAAAAAIw/ntfLO4Qrdro/s1600-h/sirih+pinang.GIF"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SWg5TZqCqmI/AAAAAAAAAIw/ntfLO4Qrdro/s320/sirih+pinang.GIF" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289540767814167138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi kebanyaan suku di Indonesia , sirih dan pinang mungkin tidaklah asing karena sering digunakan sebagai  " cemilan " , misalnya orang Papua,Jawa,Bali dsb.&lt;br /&gt;Tetapi kalau anda bertemu dengan orang Sabu , khususnya orang - orang tua , maka hal pertama yang mungkin saja bisa anda lihat adalah kebiasaan mereka mengunyah sirih dan pinang. Ayah saya juga adalah seorang "Pecandu berat " Sirih pinang tersebut , bahkan setelah beliau menderita sakit stroke dan di saat-saat terakhir menjelang kematiannya  , beliau masih saja berkutat dengan kebiasaan tersebut. &lt;br /&gt;Apa sih yang membuat orang Sabu begitu akrab dengan panganan satu ini ? Sampai sekarangpun saya masih belum bisa mendapatkan jawabannya. Kalau cuma mereka-reka , mungkin jawabannya karena sudah dari sana-nya kali ( tradisi turun temurun ). Padahal , saya sempat menanyakan ke ayah saya, apakah di Pulau sabu pohon pinang dan sirih tumbuh sumbur dan bertebaran di mana-mana ? beliau mengatakan tidak. Mengherankan juga ... , sesuatu yang susah diperoleh tetapi bisa dikonsumsi setiap saat bahkan melebihi frekuensi rutinitas makan 3 kali sehari. Yang anehnya lagi , bagi sebagian "penikmat" sirih pinang , belum lengkap rasanya kalau makan sirih pinang tetapi tidak ditutup dengan sajian penutup , yaitu : mengunyah dan menghisap tembakau ( bukan dibakar seperti rokok ).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SWg5hLwS3yI/AAAAAAAAAI4/Ibf4oRMUZMA/s1600-h/tembakau.GIF"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 220px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SWg5hLwS3yI/AAAAAAAAAI4/Ibf4oRMUZMA/s320/tembakau.GIF" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289541004600467234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya sudah seperti makan makanan 4 sehat lima sempurna deh...&lt;br /&gt;Sepintas  , bagi saya kebiasaan ngemil sirih pinang itu tidak ada manfaatnya , tetapi menurut ayah saya , kebiasaan itu bisa membangkikan gairah kerja , bisa memperkuat gigi dan menambah daya tahan tubuh dan sebagai sarana mempererat pertemanan , dsb. Pernyataan itu selintas menjadi pertanyaan bagi saya sampai sejauh ini. Bisa saja itu adalah suatu pernyataan yang didasari atas pengalaman hidup beliau. &lt;br /&gt;Saya pernah mencoba beberapa kali mencicipi sirih pinang. Rasanya ... wah... luar bisa tidak enaknya saat pertama kali masuk ke dalam mulut.. tapi lama kelamaan setelah dikunyah berlama-lama .... enak juga .. walaupun agak sepat di lidah. Dan makanan penutupnya yakni tembakau .. puih... pedes plus pahit saat dikunyah dan dhisap airnya ... pingin cepat-cepat dikeluarin dari mulut.&lt;br /&gt;Ada satu hal membuat saya kagum terkait dengan sirih pinang ini , yaitu  : saking lengketnya orang sabu dan sirih pinang , sampai - sampai dimasukan ke dalam salah satu unsur dari barang bawaan pada saat prosesi "Masuk Minta " ( meminang gadis ).&lt;br /&gt;Itulah sebagian ciri khas orang sabu yang unik namun kental dengan warisan budaya dan tradisi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-7451881127273891434?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/7451881127273891434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=7451881127273891434&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/7451881127273891434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/7451881127273891434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2009/01/sirih-pinang-cemilan-unik-orang-sabu.html' title='.: Sirih Pinang  Cemilan Unik Orang Sabu'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SWg5TZqCqmI/AAAAAAAAAIw/ntfLO4Qrdro/s72-c/sirih+pinang.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-8030070342430343165</id><published>2009-01-09T18:47:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T22:13:35.346-08:00</updated><title type='text'>.: Kumpul keluarga.. Nilai kebersamaan yang patut dipertahankan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SWgSu_Rpd5I/AAAAAAAAAIo/hebzu0f8fok/s1600-h/unity.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 234px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SWgSu_Rpd5I/AAAAAAAAAIo/hebzu0f8fok/s320/unity.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289498360815384466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini , saat aku membuka blog ku , rada bingung juga mau nulis apa tentang Sabu . Tapi seketika terbersit di memori ku tentang budaya kebersamaan yang cukup kuat di kalangan Masyarakat Sabu takala menghadapi sebuah hajatan atau acara yang nota bene membutuhkan resources baik itu dari sisi pendanaan maupun tenaga dan pikiran. Ikatan kekerabatan yang kental membuat semua hal yang berkaitan dengan persiapan dan perencanaan bisa diselesaikan bersama hanya dalam tempo yang singkat dan tanpa prosedur yang berbelit - belit . Salah satu bentuk ikatan kekerabatan itu diwujudkan dalam bentuk pertemuan yang biasa disebut sebagai &lt;strong&gt;" Kumpul Keluarga "&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut apa yang pernah saya alami sendiri yakni ketika ada suatu perhelatan / acara yang akan digelar oleh salah satu keluarga , maka sebelunya pihak keluarga harus mengundang semua keluarganya baik yang dekat menurut silsilah ataupun yang sudah agak jauh untuk membicarakan persiapan perhelatan tersebut. Umumnya hal ini dilakukan dengan tidak memandang strata sosial keluarga "Tuan Rumah" , apakah miskin / kaya , lebih tua  / muda  , sabu asli atau sudah campuran , dan sebagainya. Yang terpenting di sini semua bisa merasakan apa yang sedang dihadapi oleh keluarga dan pada akhirnya semua bisa memberikan kontribusi nyata kepada Tuan Rumah baik itu dari sisi Dana ( aksi pengumpulan uang ) atau juga pembagian tugas / kerja terkait kelancaran perhelatan. &lt;br /&gt;Dan disaat hari - H nanti  , tanpa menunggu komando / perintah semua tugas yang telah diserahkan kepada masing-masing pihak akan dilakukan dengan penuh tanggung jawab , karena mereka tidak ingin mempermalukan "Tuan Rumah " di depan tamu-tamu yang diundang. &lt;br /&gt;Itula sekilas tentang budaya &lt;strong&gt;" Kumpul Keluarga "&lt;/strong&gt;  yang masih terjaga sampai sekarang. Semoga budaya ini ini tetap terjaga untuk mempererat kebersamaan dan kekeluargaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-8030070342430343165?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/8030070342430343165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=8030070342430343165&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/8030070342430343165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/8030070342430343165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2009/01/kumpul-keluarga-nilai-kebersamaan-yang.html' title='.: Kumpul keluarga.. Nilai kebersamaan yang patut dipertahankan'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SWgSu_Rpd5I/AAAAAAAAAIo/hebzu0f8fok/s72-c/unity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-1689452941973851176</id><published>2008-12-30T05:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T21:12:28.165-08:00</updated><title type='text'> .:Bahasa Sabu sebagai salah satu identitas Orang Sabu </title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SVotzrVkyLI/AAAAAAAAAII/HPS3GFWgnbk/s1600-h/kaka_122008.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SVotzrVkyLI/AAAAAAAAAII/HPS3GFWgnbk/s400/kaka_122008.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285587478502492338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemaren aku nelpon ibuku buat nanyain beberapa kata dalam bahasa Sabu yang akan kumsaukan ke blog-ku. Di awal pembicaraan kami , sebelum aku bertanya , beliau langsung menimpali ku dengan satu sentilan yang menurutku cukup membuat ku malu... Begini katanya " Ama..Ama... baru 10 Tahun tinggal di manado, sudah lupa bahasa Sabu ..". Aku langsung mencoba mengelak dengan menjawab " Iya Ma.. soalnya di sini sudah tidak pernah berbahasa Sabu lagi..". Tapi setelah aku mengakhiri pembicaraan ku dengan beliau , aku langsung sadar bahwa sesuatu .. entah itu budaya , kebiasaan apalagi bahasa , apabila jarang atau tidak pernah lagi diulang atau dilakonkan.. sedikit demi sedikit akan terkikis bahkan hilang dari memory. Nah.. berangkat dari situ aku berjanji dalam hati , andai aku bisa mengajarkan Bahasa Sabu ke istri dan anak - anak ku yang nota bene bukan orang asli Sabu dan mereka bisa menggunakannya .. entah itu cuma beberapa kata dasar.. wah betapa bahagianya aku.&lt;br /&gt;Menilik dari cerita ku di atas.. saya mengajak.. semua warga Sabu di perantauan , khususnya yang jauh dari sabu dan sekitarnya .. marilah kita mengajarkan beberapa kata saja dalam bahasa Sabu kepada Suami / istri / anak-anak kita, supaya selain mereka senantiasa merasa bahwa mereka juga bagian dari kultur sabu yang luhur itu , juga agar di kemudian hari kelak mereka senantiasa mengingat di mana tanah nenek moyang mana mereka. Jika bahasa Inggris saja kitab bisa menjadi fasih menggunakannya  .. mudah-mudahan dengan bahasa Sabu ... karena bagaimanapun  &lt;span style="font-weight:bold; font-style:italic; color:#99CC00;"&gt;Bahasa Sabu adalah salah satu identitas yang bisa menunjukkan bahwa kita adalah Orang Sabu &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-1689452941973851176?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/1689452941973851176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=1689452941973851176&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/1689452941973851176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/1689452941973851176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2008/12/bahasa-sabu-sebagai-salah-satu.html' title='&lt;font color=&apos;#00FFFF&apos;&gt; .:Bahasa Sabu sebagai salah satu identitas Orang Sabu &lt;/font&gt;'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SVotzrVkyLI/AAAAAAAAAII/HPS3GFWgnbk/s72-c/kaka_122008.gif' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-3145555137118200388</id><published>2008-12-30T01:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T01:11:43.466-08:00</updated><title type='text'>Kebudayaan Sabu Bisa Hilang</title><content type='html'>Kelompok kesenian tradisional Hawu Miha dari Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur, tampil di Teater Utan Kayu, Jakarta, pada Selasa (3/8). Mereka menampilkan seni tari, nyanyian, pameran tenun ikat, dan penjelasan tentang kebudayaan suku Sabu. Pentas di Jakarta itu bagian dari persiapan mereka untuk pameran di Museum London mulai 8 Agustus mendatang. Tokoh yang berperan di belakang keberhasilan kelompok Hawu Miha yang dipimpin seniman tradisional Elo Lado untuk menembus Jakarta dan London itu adalah Genevieve Duggan MA, seorang antropolog kebudayaan yang tinggal di Singapura. Duggan mengantongi gelar master of art dalam bidang antropologi di Universitas Heidelberg, Jerman. Sejak 1994, Duggan melakukan riset antropologi kebudayaan suku Sabu. Riset itu hingga kini belum tuntas, namun Duggan telah berhasil menerbitkan buku berjudul Ikats of Savu; Women Weaving History ini Eastern Indonesia terbitan White Lotus, Bangkok, 2001. Setelah pertunjukan di Teater Utan Kayu, Jakarta, wartawan Koran Tempo mewawancarainya melalui surat elektronik pada Jumat (6/8). Berikut kutipannya. Berapa lama riset Anda dan apa tujuannya?&lt;br /&gt;Saya melakukan riset selama 10 tahun sejak 1994. Pertama kali saya tinggal di Pulau Sabu selama dua minggu. Tujuannya dulu untuk mengidentifikasi motif kain tenun Sabu, kemudian menganalisis organisasi sosial masyarakat Sabu, mencari hubungan antara motif dengan organisasi sosial, kebudayaan, dan sejarah Sabu. Saya juga meriset bagaimana masyarakat Sabu berpikir dan menstruktur ruang dan waktu.Apakah riset Anda untuk kepentingan pribadi atau dalam rangkaian untuk studi?&lt;br /&gt;Awalnya untuk kepentingan pribadi, kemudian menjadi studi antropologi.Metode apa yang Anda pakai?&lt;br /&gt;Riset lapangan, wawancara formal dan informal, pakai alat perekam kalau boleh, atau menulis catatan.Apakah riset Anda tuntas?&lt;br /&gt;Belum selesai, mungkin tidak pernah selesai, karena kompleks sekali.Bisa Anda ceritakan diri Anda lebih jauh?&lt;br /&gt;Saya datang ke Jakarta dengan suami saya pada 1988. Saya ikut kelompok Ganesha Society dan belajar sebanyak mungkin buku-buku tentang kebudayaan etnis Indonesia. Setelah itu saya banyak bergaul dengan orang-orang asing di Jakarta. Pada 1990, saya ikut perjalanan keliling ke pulau-pulau Nusa Tenggara Barat dan Timur. Saya menemani turis dan sering berceramah tentang kebudayaan di pulau-pulau tersebut. Saya pertama kali datang ke Sabu pada 1990 dengan kapal lumba-lumba Spice Island Cruises.Mengapa Anda memilih Sabu sebagai subyek riset?&lt;br /&gt;Karena saya tidak dapat cukup informasi tentang Sabu untuk turis, saya mulai bertanya langsung ke masyarakat Sabu dan tinggal di sana pertama kali pada 1994. Sesudah 1994, saya kembali dua kali setiap tahun ke Sabu, dan tinggal beberapa minggu setiap kali kunjungan. Untuk membalas jasa atas bantuan mereka untuk riset saya, saya kemudian membantu di sana juga dengan menyediakan obat-obatan, buku sekolah atau buku rekreasi, dan komputer untuk SMA. Waktu krisis mulai melanda Indonesia, saya mencari donatur ke Jakarta untuk mengirim bantuan ke Sabu setiap tahun.Apa kekhasan Sabu menyangkut ekspresi seni?&lt;br /&gt;Kesenian bukan tujuan utama dari tenun ikat. Setiap kain mempunyai pesan. Ini tujuan utamanya. Oke, kain-kain mereka kelihatan indah, tetapi tidak bebas dalam bermain warna. Kain tenun ikat hanya mengenal tiga warna: biru-hitam, merah, dan putih. Ini warna utama orang Austronesia. Mereka tidak bebas dengan struktur atau komposisi kain, karena kain dipakai seperti kartu tanda penduduk atau paspor, untuk identifikasi semua kelompok wanita dari beberapa keturunan nenek moyang mereka. Apakah masyarakat Sabu memiliki apresiasi yang tinggi terhadap seni?&lt;br /&gt;Mereka tidak memiliki apa yang Anda sebut apresiasi yang tinggi itu dibandingkan dengan kebudayaan suku lain. Mereka cukup terisolasi karena masih banyak daerah di Sabu yang tak mempunyai listrik, artinya tidak punya TV, dan pengaruh dari media serta dari luar negeri mungkin kurang. Karena itu, mereka menyimpan dan menjaga tradisi lebih lama daripada orang-orang dari kebudayaan lain.Apakah mereka mempunyai bakat seni lebih besar dari suku lain di Indonesia? Bagaimana misalnya bila dibandingkan dengan suku Asmat di Irian?&lt;br /&gt;Tidak bisa dibandingkan, karena Asmat berekspresi lewat ukiran, sedang Sabu lewat tenun ikat.Mengapa Anda memilih kelompok seni tradisional yang dipimpin Elo Lado untuk mewakili penari Sabu?&lt;br /&gt;Elo Lado adalah asisten saya di lapangan selama 10 tahun. Dia dekat dengan masyarakat Sabu yang masih menganut agama yang masih tradisional. Dia mengerti cara berpikir masyarakat Sabu dan menjaga warisan tradisi. Dia juga seniman. Dia mengerti cara mengikuti upacara ritual. Kesenian Sabu bagian dari agama dan budaya mereka. Apa nama agama mereka?&lt;br /&gt;Namanya Jingi Tiu. Mereka bersembahyang kepada arwah nenek moyang mereka, agar mereka membantu. Menurut kepercayaan mereka, para arwah nenek moyang masih berpengaruh dalam kehidupan mereka. Mereka tidak berani berbicara dengan Tuhan. Agama begitu disebut animisme, tetapi istilah itu tidak tepat benar. Ini perlu dijelaskan lebih panjang lebar dan membutuhkan waktu. Dilemanya pada generasi sekarang, tidak ada lagi agama Jingi Tiu, karena banyak orang memilih agama yang lebih modern (Kristen, Katolik, Islam). Kebudayaan Sabu bisa hilang kalau agama tradisional hilang. Orang Sabu harus sadar bahwa mereka harus menjaga tradisi supaya tidak hilang. Ini tujuan Elo Lado. &lt;br /&gt;Copied from : &lt;a href="http://www.korantempo.com/news/2004/8/9/Budaya/39.html"&gt;http://www.korantempo.com/news/2004/8/9/Budaya/39.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-3145555137118200388?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/3145555137118200388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=3145555137118200388&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/3145555137118200388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/3145555137118200388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2008/12/kebudayaan-sabu-bisa-hilang.html' title='Kebudayaan Sabu Bisa Hilang'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-1638014676114999262</id><published>2008-12-28T23:59:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T00:31:27.421-08:00</updated><title type='text'>.:Silent Night in Savu Language .:Lagu Malam Kudus dalam Bahasa Sabu </title><content type='html'>Wahai segenap warga Sabu , baik yang ada di Sabu maupun yang saat ini sedang bermukim di perantauan , dengan bangga dan penuh sukacita marilah kita simak hasil kerja dan karya yang begitu indah dari Saudari Francesca Von Reinhaart alias Ina Tali ( Now, In Australia ) , yang telah berusaha menghadirkan lagu "SILENT NIGHT" atau "MALAM KUDUS" kedalam bahasa Sabu dengan judul " Me'da Milu ". Semoga lagu ini lebih memperkaya perbendaharaan lagu Sabu sehingga bisa juga kita nyanyikan pada saat merayakan Natal baik di tahun ini maupun di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Terus terang saya senang sekali menemukan lagu ini ... Dan buat Ina Tali .. selamat atas peluncuran lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="275"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ugHGahOVlEA&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ugHGahOVlEA&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="275"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-1638014676114999262?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/1638014676114999262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=1638014676114999262&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/1638014676114999262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/1638014676114999262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2008/12/silent-night-in-savu-language.html' title='.:Silent Night in Savu Language&lt;br&gt; &lt;font color=&apos;#ff0000&apos; &gt;.:Lagu Malam Kudus dalam Bahasa Sabu &lt;/font&gt;'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-3909304111112272512</id><published>2008-12-28T22:31:00.000-08:00</published><updated>2008-12-28T22:38:54.904-08:00</updated><title type='text'>Pembentukan Kabupaten Sabu Raijua patut diberikan apresiasi dan penghargaan</title><content type='html'>Gubernur Nusa Tenggara Timur Trans Lebu Raya diruang rapat DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rapat acara pembukaan sidang III DPRD provinsi Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2008 mengatakan seiring dengan pergeseran paradigma dalam rangka penyelanggaraan pemerintahan daerah dari sentralistik ke dessentralistik dalam praktik kehidupan politik ketatanegaraan  sudah berimplikasi semakin memadainya kewenangan untuk daerah-daerah otonom dalam mengatur dan mengurus urusan wajib maupun urusan pilihan  bersamaan dengan itu semakin tingginya pula aspirasi politik rakyat untuk memekarkan daerah otonom menjadi dua atau lebih daerah otonom untuk meningkatkan kwalitas penyelenggara tugas-tugas pemerintahan menuju tercapainya suatu tatanan kehidupan masyarakat yang maju mandiri  sejathera  adil  dan makmur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut lebu raya untuk itu kegigihan perjuangan rakyat dan pemrintah kabupaten kupang dalam memekarkan kabupaten kupang sudah mendapat pengakuan dari pemerintah melalui sidang paripurna d-p-r r-i tanggal 29 oktober 2008 yang secara konstitusional sudah menyetujui pembentukan kabupaten sabu raijua  karna itu patut diberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi untuk seluruh pemangku kepentingan  terutama untuk rakyat dan pemerintah kabupaten kupang yang secara gemilang sudah berhasil memperjuangkan terbentuknya kabupaten sabu raijua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leburaya memintah  seluruh komponen masyarakat di kabupaten kupang teristimewa di sabu raijua supaya tidak berpuas diri dan menganggap diri sebagai pahlawan dalam pembentukkan kabupaten sabu raijua  tapi hendaknya memaknai daerah otonom baru itu sebagai motivasi instrinsik setiap warga untuk memberikan kontribusi yang optimal dalam rangka meningkatkan efektivitas pemerintahan di daerah otonom baru  dengan demikian akan tercapainya suatu tatanan kehidupan masyarakat yang mandiri sejathera lahir dan batin secara demokratis dalam ikatan negara kesatuan RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copied from : http://radiosahabat.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-3909304111112272512?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/3909304111112272512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=3909304111112272512&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/3909304111112272512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/3909304111112272512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2008/12/pembentukan-kabupaten-sabu-raijua-patut.html' title='Pembentukan Kabupaten Sabu Raijua patut diberikan apresiasi dan penghargaan'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-2951089371648888028</id><published>2008-12-19T18:43:00.001-08:00</published><updated>2008-12-19T18:44:52.162-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SUxcDEru1tI/AAAAAAAAAHk/-DXR1GiS5jk/s1600-h/lola_pencil1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SUxcDEru1tI/AAAAAAAAAHk/-DXR1GiS5jk/s400/lola_pencil1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281697670865278674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;She's My Little First ..... &lt;br /&gt;Blacky but Sweety ... I Love You Babe...&lt;br /&gt;Be U'r Papa Sweety Darling ...... Now and Forever .......&lt;br /&gt;Be U'r Mam Light Candle in the Dark ...&lt;br /&gt;Be Our Exotic Melody in the Silent ......&lt;br /&gt;Your's&lt;br /&gt;Papa &amp; Mama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-2951089371648888028?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/2951089371648888028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=2951089371648888028&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/2951089371648888028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/2951089371648888028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2008/12/shes-my-little-first.html' title=''/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SUxcDEru1tI/AAAAAAAAAHk/-DXR1GiS5jk/s72-c/lola_pencil1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-6865953392216219490</id><published>2008-12-16T00:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T00:19:13.570-08:00</updated><title type='text'>Thank's God.. Sabu ada di Peta</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SUdkdx7b8wI/AAAAAAAAAHc/nRqZnuJWUvY/s1600-h/PULAU+SABU.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 288px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SUdkdx7b8wI/AAAAAAAAAHc/nRqZnuJWUvY/s400/PULAU+SABU.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280299550896812802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-6865953392216219490?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/6865953392216219490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=6865953392216219490&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/6865953392216219490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/6865953392216219490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2008/12/thanks-god-sabu-ada-di-peta.html' title='Thank&apos;s God.. Sabu ada di Peta'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SUdkdx7b8wI/AAAAAAAAAHc/nRqZnuJWUvY/s72-c/PULAU+SABU.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-6022873378713464783</id><published>2008-12-15T22:27:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T18:42:24.475-08:00</updated><title type='text'>Anak - anak Sabu , aset tak ternilai</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SUdPUFmvT9I/AAAAAAAAAHM/YJozPyUKYrs/s1600-h/anak+sabu+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 302px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SUdPUFmvT9I/AAAAAAAAAHM/YJozPyUKYrs/s320/anak+sabu+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280276294635835346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika membaca judul di atas , sebenarnya tidak ada yang istimewa , karena pada dasarnya anak adalah aset yang memang tak ternilai. Tapi jika anda adalah orang Sabu dan kebetulan berada di perantauan , maka tidaklah salah jika anda akan mengamini judul tesebut sebagai sebuah pernyataan yang sungguh mengandung makna yang mendalam.&lt;br /&gt;Bagaimana tidak ? Belajar dari pengalaman saya yang dilahirkan dan dibesarkan di Ende Flores, yang nota bene di sana jumlah masyrakat perantau asal Sabu cukup banyak , maka amatlah miris melihat begitu banyak anak - anak Sabu yang masih perlu diperhatikan khususnya dalam di dalam pengembangan dan pemenuhan kebutuhan mereka akan pendidikan yang layak. &lt;br /&gt;Siapa sih yang tidak mengakui kalau orang Sabu memilki semangat dan keinginnan yang kuat untuk bekerja keras. Dimana - mana , khususnya di Ende  , kita akan melihat segenap orang Sabu perantau berkutat dengan banyak sekali dunia kerja , mulai dari PRT ( Pembantu Rumah Tangga ) , Buruh , Tukang  , Petani , Pedagang , Sopir , Nelayan , Pegawai bahkan Pengusaha , dsb. Akan tetapi jika kita meneropong masuk kedalam kehidupan mereka , maka akan bayak juga kita jumpai diantara keluarga - keluarga Sabu perantau tersebut , masih banyak ekploitasi terhadap sumber daya khususnya anak - anak. Anak - anak yang harusnya diberi kesempatan untuk sekolah dan mengenyam pendidikan yg semestinya banyak yang sudah tidak lagi bersekolah. Ada yang putus di tengah jalan , ada juga yang karena desakan ekonomi tidak mampu bertahan sehingga memilih untuk bekerja dari pada berada di bangku sekolah. &lt;br /&gt;Alasan ekonomi adalah faktor utama penyebab banyak anak putus sekolah. Tetapi dengan banyaknya sekolah-sekolah yang memberikan biaya pendidikan gratis , maka sebenarnya alasan ekonomi sudah tidak bisa dijadikan alasan utama lagi , tinggal keinginan dan kemauan orang tua membimbing dan mengarahkan anak-anaknya agar mau bersekolah. Baik penjelasan tentang manfaat pendidikan bagi dirinya sendiri , maupun bagi orang tua dan juga bagi orang lain di sekitarnya. Juga yang sangat diharapkan adalah peran dari Tokoh - tokoh ( Baca : Orang yang dituakan ) , agar mau memberi motivasi dan arahan pada setiap kesempatan kepada segenap warga Sabu agar mau memperhatikan pendidikan anak-anak mereka.&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini , saya menghimbau kepada kita semua warga Sabu , baik yg di Sabu maupun yang ada di tanah perantauan , marilah kita memperhatikan anak-anak kita dan menjaga mereka sebagai mutiara-mutiara yang pada saatnya nanti akan memancarkan kilau-nya dan memberikan kebanggaan kepada kita semua sebagai Orang Sabu ( Do Hawu ).&lt;br /&gt;Mungkin tulisan ini biasa-biasa saja, tapi inilah fakta dan perlu mendapat perhatian kita semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-6022873378713464783?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/6022873378713464783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=6022873378713464783&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/6022873378713464783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/6022873378713464783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2008/12/anak-anak-sabu-aset-tak-ternilai.html' title='Anak - anak Sabu , aset tak ternilai'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SUdPUFmvT9I/AAAAAAAAAHM/YJozPyUKYrs/s72-c/anak+sabu+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-7102108090266159930</id><published>2008-12-10T16:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T01:51:17.057-08:00</updated><title type='text'>Orang Sabu Makan Cacing Laut dan Gula Lontar</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SUBjSlyUjOI/AAAAAAAAAGA/9-pE3QR05mE/s1600-h/lontar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278327934310190306" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 0px 10px 0px; WIDTH: 246px; CURSOR: hand; HEIGHT: 184px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SUBjSlyUjOI/AAAAAAAAAGA/9-pE3QR05mE/s320/lontar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sabu adalah kisah sebuah pulau terpencil yang begitu penuh dengan cerita menarik tentang pohon lontar atau Borassus sundaicus Beccari. Dalam filosofi Sabu, pohon lontar merupakan bagian penting dalam kehidupan mereka, makanan, tempat tinggal, peralatan hidup sehari-hari bahkan sesudah matipun orang Sabu dikuburkan dan dikenang dengan hasil-hasil dari pohon lontar.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SUDhtXo9QkI/AAAAAAAAAGk/wu0Hu7xtWWM/s1600-h/nyale1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 184px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SUDhtXo9QkI/AAAAAAAAAGk/wu0Hu7xtWWM/s320/nyale1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278466932834386498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan pokok orang sawu adalah sirup lontar yakni gula hasil sadapan mayang pohon lontar. Makanan lain yang merupakan suatu hidangan bagi penduduk sabu adalah sejenis cacing laut Leodice Viridis yang sering disebut Nyale. Cacing-cacing ini muncul dalam jumlah besar di pantai selatan. Orang Sabu mengkonsumsinya dengan cara diasami dengan cuka lontar kemudian dimakan sedikit-sedikit sebagai perangsang selera, barang kali dengan arak, nyale adalah makanan yang lezat(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-7102108090266159930?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/7102108090266159930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=7102108090266159930&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/7102108090266159930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/7102108090266159930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2008/12/orang-sabu-makan-cacing-laut-dan-gula.html' title='Orang Sabu Makan Cacing Laut dan Gula Lontar'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/SUBjSlyUjOI/AAAAAAAAAGA/9-pE3QR05mE/s72-c/lontar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-6345909322739620453</id><published>2008-12-08T01:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T02:10:13.533-08:00</updated><title type='text'>Royalty of Savu &amp; Rai Jua</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/STzl7d91iPI/AAAAAAAAADY/CFCUIJJJCdY/s1600-h/daughters02.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 100px; height: 175px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/STzl7d91iPI/AAAAAAAAADY/CFCUIJJJCdY/s320/daughters02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277345673190410482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/STzm3kDJd9I/AAAAAAAAADg/9e11D-yaj1I/s1600-h/king02.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 100px; height: 175px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/STzm3kDJd9I/AAAAAAAAADg/9e11D-yaj1I/s320/king02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277346705615452114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/STzm3vm2tPI/AAAAAAAAADo/n7brgAXMcmw/s1600-h/queen02.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 100px; height: 175px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/STzm3vm2tPI/AAAAAAAAADo/n7brgAXMcmw/s320/queen02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277346708718007538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;hese are among the earliest photos taken of Savunese,  dating from ca. 1880:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Du Ae (Kings), Beni Ae (Queens) and  Fettor (Governors)&lt;br /&gt;of Savu and Rai Jua&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rai Jua Principality&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;At the end of the 19th  century, Rai Jua was home to 25 tribes; including Oedjoe D'ima, Kolo Hab'a, Lede  Talo, Koro (Koroh), to name a few. The Dutch called the island Randjoea and also  Bendjoar. At that time it had 1.300 inhabitants, among which many were  Christians.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Lomi Tulu (died 1794).&lt;br /&gt;2) Raja Tulu (brother 1794 - ?)  There is also mention of a J'ara Lay in this same year (1794), so perhaps the  two brothers were actually Fettors/vice-rulers.&lt;br /&gt;3) B'aku Ruha was the first  King recognized by the Dutch.&lt;br /&gt;4) (Ama Mehe) Tarie..... (Messe Tari)  (1830-1868).&lt;br /&gt;5) (Ama Loni) Kudji.....(1868-death 7/4/1915).&lt;br /&gt;6) (Ama Med'a)  Lay..... (son; 1915-19 the first Christian King, taking after baptism the extra  name of Paulus, born 1865; until 16/6/1918 last independent King).&lt;br /&gt;7) Pia Lay  (died 1954).&lt;br /&gt;8) Jeremias Huru (Heremia Huru; installed 1956; when rule of  Savu-area became more together, he became also gov. fettor; 2nd one; born ca.  1901; died 18/4/1990; his son is Ama Kudji, if he is King now is not  known).&lt;br /&gt;9) Herminus Radja Kudji (first Gov/Fettor; probably not of royal  lineage.&lt;br /&gt;10) Bu Weler was a principality ruler; but probably not of royal  lineage; f.i. in 1986; because Rai Jua was not easy to reach, was made seperate  sub-district) (cq) traditional ruler. "Bu" is used to address an adult (male) as  in "Your Excelency".&lt;br /&gt;11) In 1905-1907, Radja...(Ama Dj'aga) was Fettor, or  vice-Regal of Rai Jua. His contract with the Dutch was recognized 3/6/1885.  Supposedly that the Fettors of Savu also had to sign a contract, so that their  status could be confirmed by the Dutch.&lt;br /&gt;12) Lay Nj'eb'e (Nyeb'e) (mentioned  in 1767)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Heb'a (Seba) Principality&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1) Kore Rohi was the 1st King recognized by  Portugese.&lt;br /&gt;2) J'ami Kore.&lt;br /&gt;3) Hab'a J'ami.&lt;br /&gt;4) Lay Hab'a.&lt;br /&gt;5) Bire  Lay.&lt;br /&gt;6) Riwu Bire.&lt;br /&gt;7) Lomi Riwu.&lt;br /&gt;8) Ina Tenga (her Savunese Loving  Name), (Beni Ae/Queen) died in 1684. Her first Savunese name is not known.  Succeded by her nephew, a son of her brother Lay Lomi.&lt;br /&gt;9) J'ara Lomi (a  succesor before 1694, brother of Lay Lomi and Ina Tenga).&lt;br /&gt;10) Wadu Lay  (mentioned between 1710 and 1731, son of Lay Lomi, nephew of Dj'ara Lomi and Ina  Tenga).&lt;br /&gt;11) J'ara Wadu (son of Wadu Lay, mentioned: 1746 or '47-1761 or  '67).&lt;br /&gt;12) Lomi J'ara (known also as Ama Doko: his Savunese loving name. He is  known from the Visit of Captain Cook in 1770 and died in November 1778. He is a  son of J'ara Wadu (Dj'ara Wadu).&lt;br /&gt;13) Doko Lomi (eldest son of Lomi Dj'ara  1790-1794). Some information mentioned that Doko Lomi succeded his father about  ten years earlier which was from 1778.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A certain Meha Mano (Mesa Mano)  was made fettor of Heb'a (Seba) after his deceased father in the year 1790. Meha  is subtitute for Mesak or Mesach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14) Riwu Doko (son;until 18..)??&lt;br /&gt;15)  Bire Doko (brother; until 1830)??&lt;br /&gt;15) Dj'ara..... (Ama Loni)(different  lineage; 1830-1859).&lt;br /&gt;16) Talo Dj'ara (Ama D'ima)(son; 1859-1863).&lt;br /&gt;17) (Ama  Nia) Dj'awa..... (son of 16; 1863-186 .&lt;br /&gt;18) Kaho Dj'awa (Ama Doko) (son;  first Christian King; also named Sjarle Kaho Dj'awa; 1868-1881; died).&lt;br /&gt;19)  Lazarus Rohi Dj'awa (Rosi Dj'awa) (1881 - his death 12/2/1890; brother).&lt;br /&gt;20)  Alexander Rihi Dj'awa (1890 - his death 1901; brother).&lt;br /&gt;21) Elias Ludji Radja  Pono (1901 - his death 2/11/1906; brother).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The brother of 20 until 23  was King (Ama Ludji) Dimu..... of Melolo/Sumba, who ruled there f.i. in  1890.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24) Samuel Thomas Dj'awa (Logo Rihi); son of 22; 1906 ruled until  his death 28/9/1935; born 16/4/1885; from 1914-1918 he was made by Dutch the  chief of a sort federation of the 5 principalities of the Savu Islands.&lt;br /&gt;25)  Paulus Charles Dj'awa (Rohi Rihi; brother; 1935 - his death in 1963).&lt;br /&gt;26)  David D. Bire Ludji (of different lineage; 1963-19../died 1992).&lt;br /&gt;He was also  the last ruler of the Seba pricipality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pawe Rake was f.i. between  1905-1907 Fettor of Heb'a (Seba). His contract as such was recognized by the  Dutch on 3/6/1885.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dimu (Timu) Principality&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1) Talo ....(1672).&lt;br /&gt;2) Ama Rohi ....(Ama  Rosi) (1676).&lt;br /&gt;3) Ludji ....(1696).&lt;br /&gt;4) Rohi Rano (Rosi Rano) (by 1710 until  March 1731).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This Rohi Rano (Rosi Rano) ruled until March 1731 when two  of his temukungs, Ama Rati ..... and Leba..... ?, rebelled, since he wished to  hand over his throne to his daughter's son Hili (Sili). Ama Rati thought he had  the right to become Du Ae (King). The rebels were supported by Heb'a (Seba) and  Liae but Hili (Sili) slipped away to Kupang on 11 March 1731. The Dutch  intervened and succeeded to bring about a successful solution. Rohi Rano (Rosi  Rano) declared that he was unable to rule any more, being quite old. Therefore  his daughter's son Hili (Sili) (born 1705) succeeded. Hili Hab'a ( Sili Sab'a)  then governed from 1731 until his death in 1798, being succeeded by his son  Elias J'ara Hili (Elias Dj'ara Sili) (1798-after 1805). In other words, he ruled  an astonishing 67 years - must be something of a record in documented Indonesian  history! During his reign he was known as the upper regent (hoofd-regent) of  Savu. His son, Elias J'ara Hili (Elias Dj'ara Sili) who was alive 1798-1806.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Hili Hab'a (Sili Sab'a) (1731 until his death in 1798).&lt;br /&gt;6) Elias  J'ara (Dj'ara) Hili (Sili) (1798-after 1805).&lt;br /&gt;6) Rewa D'aga (in 1832).&lt;br /&gt;7)  (Ama Hili) Hab'a.....(Sili Sab'a) ruled before 1851-18 ??.&lt;br /&gt;8) Ama Lai (Lay)  D'aga..... (1858-186 ??).&lt;br /&gt;9) Eduard Dj'ara Ludji.&lt;br /&gt;10) (Ama Piga)  Dj'ara..... (1868 until his death in 1911).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Royal dynasty then extinct in  direct line. Then the Fettor-lineage began to rule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11) Saul Wé Tanja  (Tanya) Ludji (Fettor of Dimu (Timu) from 1908/Fettor, ruler of Dimu (Timu) from  1911; Fettor of the Sawu-"federation" from 1918. Born ca.1890. Died:???)&lt;br /&gt;12)  Tanja Ludji was temporary-Fettor (1905 died 1908)&lt;br /&gt;13) Radja Tanja (chief  dynasty; son).&lt;br /&gt;14) Ludji Wé Tanya; nephew (was known to be the last nominated  fettor, but never once ruled). Died early 1990s. By the 1980s the fettors could  no longer play their role and fettors' decendants could no longer be nominated  to rule as fettors and are thus now commoners. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menia (of Heb'a/Seba)  Principality&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1) Tero Weo was the first King recognized by  the Dutch).&lt;br /&gt;2) (Ama Gaja) Bengu Tagi (father of Gaja Bengu and Rehi Bengu,  ruled 1760 until at least 1790).&lt;br /&gt;3) Gaja Bengu (ruled until 1794, died the  very year).&lt;br /&gt;3) Rehi Bengu (in 1794 -...). A certain (Ama Piga) Tagi..... was  named as King in 1832.&lt;br /&gt;4) Tagi Rehi (Ama Gaja ); son. 1842 until 1868.&lt;br /&gt;5)  (Ama Lena) Rihi.....(Risi) (1868-1873. Deposed because of his excessively  temparental character. In 1874 officially merged with Heb'a (Seba). The end of  Menia as a principality.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kore Rohi of Menia (fettor?) who was succeeded  by his son Dimu Kore.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mehara (Mesara)  Principality&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1) Wele J'ami (Wele is a Savu variation of  Willem or William and Welhemus or Wilhemus. First by the Dutch recognized King  of Mehara (Mesara). For instance before 1717-1721)&lt;br /&gt;2) Kore Wele (f.i. in  1752; son).&lt;br /&gt;3) Dimu Kore (Ama Loni), son; before 1756-1760).&lt;br /&gt;4) Rugi Dimu  King from 1760; son. Not sure if he is the same as King B'uki Dimu (see  6).&lt;br /&gt;5) J'aga Riwu (Fettor from 1760 &amp;amp; King from before 1767 until  1781).&lt;br /&gt;6) B'uki Dimu (1781 (probably the sameone as mentioned in no.3) -  after 1794).&lt;br /&gt;7) Uli B'uki (B'oeki) (known also as Ama B'ehi (Besi); son.  Probably the same as Ama Behi, who was mentioned as King in 1832. (Ruled before  1832- 186-).&lt;br /&gt;9) Dju Uli (Ama Leb'e); son. 1868-1893).&lt;br /&gt;10) Doko Dju (known  also as (Ama Tenga) alias Dominggoes B'oeki. 1893 ruled until his death on  25/6/1914. After his death Mehara/Mesara merged with the Sawu Federation under  the King of Heb'a (Seba), but retained its own rulers with a Fettor title. The  crownprince, Jakob Willem B'oeki didn't want to succeed him; son of 9.).&lt;br /&gt;11)  B'ole Kore (nephew) A local source becomes a certain B'ore Kole alias Benjamin  B'oeki as Fettor of Mehara (Mesara) in 1940. (not certain where his place is is  in the dinasty lineage).&lt;br /&gt;12) Wela B'oeki (nephew).&lt;br /&gt;13) Wele D'ima (2nd  cousin. Was an assistant of sub-district chief) of West Savu 1968-after 197-  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Kings (with title Fettors since 1914) becomes Fettors only after a  time. The first Fettor of all Sawu becomes Fettor of Mehara (Mesara).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Liae Principality&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1) Kale L'odo was the 1st King recognized by  The Netherlands.&lt;br /&gt;2) Riwu Manu (2nd idem).&lt;br /&gt;3) J'ami Riwu Manu (son 3, ruled  f.i. in 1721).&lt;br /&gt;4) Mone Bengu (1726-?).&lt;br /&gt;5) Mone Bengu (f.i. in 174?).&lt;br /&gt;6)  Kore Rohi (f.i. between 1752-1756).&lt;br /&gt;7) Kore Lone (King or Fettor; ruled f.i.  between 1758-1760).&lt;br /&gt;8) Manu Kore (before 1767 until at least  1794).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;King Manu Kore of Liae ruled between 1767-1794. He was named as a  minor ruler; in 1758 (as a minor, his ruling period were unknown).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9)  (Ama Moye) Keloa..... (f.i. in 1832).&lt;br /&gt;10) (Ama Iye) Yote.....(before  1852-1859).&lt;br /&gt;11) (Ama B'aki) B'ela..... (1859-1868).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;King (Ama B'aki)  B'ela.... died of smallpox. In the following year, there was a smallpox  epidimic, which decimated the population of the Savu Islands.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12) Hendrik  Ratu Manu (Ama Amoe) Manoe..... before baptism in ca. 1874. Last King of  Savu-island to become Christian. 1868-1918 as independent ruler. Date of death  is unknown. When his son died, King dynasty extinct in direct line. Then  Fettor-age began to rule).&lt;br /&gt;13)........Riwu Ratu (19..-19..; son of 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwu Ratu was still ruling in 1936, but under the title of Fettor,  because all the principalities were united by the Dutch between 1914 -1918 under  Paramount-rule of King of Heb'a (Seba). Each former principality kept his own  ruler. In 1905 the Fettor (vice-King) was Fettor Radja Hab'a, whose contract  with the Dutch was recognized in 1894.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14) Rohi Radja Hab'a (son of the  former Fettor of Liae, when Liae was still officially seperated principality,  became later ruler of Liae. In 1940 he was already Fettor. Not certain if his  son is now the present ruler of Liae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raijua.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Savunese  names and words which contain the letter "S" are substituted with the letter "H"  in Savunese. e.g: "Sawoe" is spelt and pronounced "Hawoe".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Copyright © 2006 Ina Tali/Francesca Von Reinhaart&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;© Raijua.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;NB : Sebelumnya saya atas nama pribadi menyampaikan permintaan maaf yang sangat mendalam , karena sudah meng-copy tulisan &amp;amp; gambar ini dari : http://www.raijua.com ( tanpa sepengetahuan penulis-nya)  -- JOE&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-6345909322739620453?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/6345909322739620453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=6345909322739620453&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/6345909322739620453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/6345909322739620453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2008/12/royalty-of-savu-rai-jua.html' title='Royalty of Savu &amp; Rai Jua'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fO9GQRS6jCg/STzl7d91iPI/AAAAAAAAADY/CFCUIJJJCdY/s72-c/daughters02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-115337641644305589</id><published>2006-07-19T23:07:00.000-07:00</published><updated>2006-07-19T23:20:16.540-07:00</updated><title type='text'>UPACARA-UPACARA ADAT</title><content type='html'>Dalam hubungannya dengan pertanian banyak upacara-upacara yang dilakukan, misalnya: Upacara pertanian di pulau Sawu yang dilaksanakan da;am bulan Kelia Wadu yakni Juli-Agustus membawa persembahan memanggil mayang dan air nira. Bulan Agustus - September dilakukan upacara permohonan agar pohon lontar mempunyai banyak mayang dan nira. Begitu seterusnya penyadapan air nira dan dimasak menjadi gula, selalu disertai upacara-upacara. Begitu pula akan memulai menanami ladang sampai panen diadakan upacara-upacara seperti upacara Dabu, upacara Bange Liu dan upacara Holle. Upacara yang berhubungan dengan pertanian yang terkenal di pulau Rote adalah upacara Uus, yang disertai dengan pesta tanda sukaria. Di Timor upacara pertanian dilakaukan sejak mencari tempat pertanian atau ladang sampai panen, yakni upacara menebang pohon, membakar kayu, sifonafo atau memadamkan abu, menutiup parit, memetik jagung pertama dan upacara padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain upacara-upacara yang berhubungan dengan pertanian masyarakat Nusa Tenggara Timur juga mengadakan upacara-upacara yang berkaitan dengan lingjaran hidup manusia. Misaklnya upacara kelahiran, upacara mahapi ma maheli yakni iniasi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa bagi anak laki-laki. Dalam upacara perkawinan terdapat berbagai variasi di beberapa daerah, namun pada umumnya proses perkawinan yang wajar selalu disertai dengan pembayaran mas kawin atau belis dari pihak laki-laki kepada calon mempelai wanita. Adapun macam-macam mas kawin utama adalah gading, di Sumba selain gading juga logam mulia dalam bentuk kalung, sisir, anting dan hewan. Untuk pulau Sawu mas kawin utama adalah Sirih Pinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suku bangsa timor, upacara kematian memegang peranan penting, sebagai persembahan dan peringatan kepada si mati. Di pulau Sabu terdapat beberapa upacara kematian yakni upacara kematian Dewan Mone Ama, upacara kematian orang mati kecelakaan ini diadakan pesta serta tarian Lido puru Rai serta makan-makan sejumlah hewan yang dipotong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada upacara kematian Dewan Mone Ama, upacaranya tidak sama dengan orang biasa. Ujung jari tangan, kaki dan tidak dipotong dan dikuburkan tersendiri oleh penggantinya tanpa diketahui seseorang. Lobang kubur berbentuk bulat, mayat dikubur dalam posisi jongkok dan di atas kepalanya ditutup gong. Mayat orang yang mati karena kecelakaan, dikuburkan di luar rumah dan bentuk kuburannya persegi panjang. Upacaranya disebut Rue di mana pada upacara ini dipotong 7 ekor hewan antara lain babi, kambing, ayam, anjing dan sebagainya, sedangkan pada upacara kematian yang biasa, mayat dibungkus dengan selimut adat dan dikuburkan dalam posisi jongkok dengan dibekali bahan makanan, sirih dan pinang. Di atas kuburannya dipotong hewan kecil misalnya seekor kutu babi, sebagai tambahan bekal si mati. Tenunan Nusa Tenggara Timur yang menghasilakn sarung selendang dan lain-lain merupakan hasil kerajinan rakyat yang tinggi mutunya. Motif dan coraknya beraneka warna sesuai denga daerah di mana asal tenunan tersebut dibuat. Kain-kain tenunan selain untuk keperluan adat maupun pribadi, merupakan hasil mata pencaharian tambahan sehingga tenunan Nusa Tenggara Timur ini terkenal sampai ke luar negeri. Motif-motif kain tenunan dari sumba umumnya bermotif kerbau, kuda dan batu kubur, dari pulau proti bermotifkan padi dan garis-garis geometri, sedangkan Sawu motif tenunannya adalah pohon kelapa, dan lain sebagainya. Warna yang dipakai adalah coklat kemerahan atau biru dan proses pembuatannya dengan teknik ikat tertentu dalam pencelupan atau dengan mengatur benang-benang yang berlainan warna dalam menenunnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-115337641644305589?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/115337641644305589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=115337641644305589&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/115337641644305589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/115337641644305589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2006/07/upacara-upacara-adat.html' title='UPACARA-UPACARA ADAT'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-115337487571334836</id><published>2006-07-19T22:39:00.000-07:00</published><updated>2006-07-19T22:54:35.763-07:00</updated><title type='text'>SAVU ISLAND</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/1600/bakalai.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/320/bakalai.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    On this island, off the south coast of Timor, the great explorer Captain Cook rested longer than intended, since he was greeted with smiles and refreshing drinks of fermented lontar juice. &lt;br /&gt;    This isolated island supports a population of (30,000). Thanks to the tree of life, the lontar palm. From the lontar blossom, a sweet liquid, tuak is tapped. The highly nutritious tuak can be drunk in its raw form, fermented into an alcoholic beverage or made into sugar, either way it serves as a food supplement, as rice is saved for feasts and special occasion. The lontar trunk provides wood for boats and traditional houses. Its fan-like leaves are used as roofing on the traditional house. The house, divided into male and female, parts, a one family dwelling and forms part of a single clan village protected by a stone wall. Even the dead are wrapped in the lontar leaves. These leaves are also plaited into baskets, in which offering to the ancestors are placed at ceremonies. And thought of as gifts received to the descendant of the Sun to ensure a prosperous harvest. &lt;br /&gt;    Whether you want to experience Savu's rich culture sip the refreshing lontar juice, wim in the clear water, surf the waves or just enjoy the hospitality of the Suvenese, it's only a short trip from Kupang by plane or boat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-115337487571334836?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/115337487571334836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=115337487571334836&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/115337487571334836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/115337487571334836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2006/07/savu-island.html' title='SAVU ISLAND'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-115294430100931535</id><published>2006-07-14T23:13:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T18:43:15.207-08:00</updated><title type='text'>Like Father like Mother</title><content type='html'>Kira-kira , aku mirip mama atau papa ya.. ? &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/1600/lola_pencil1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/320/lola_pencil1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-115294430100931535?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/115294430100931535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=115294430100931535&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/115294430100931535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/115294430100931535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2006/07/like-father-like-mother.html' title='Like Father like Mother'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-115122574604681253</id><published>2006-06-25T01:45:00.000-07:00</published><updated>2006-06-25T01:55:46.073-07:00</updated><title type='text'>BUDAYA SABU</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:130%;"&gt;KEADAAN         UMUM&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;         &lt;/o:p&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;           &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pulau Sabu atau Rai Hawu adalah bagian Kabupaten Kupang. Merupakan pulau terpencil dengan luas 460,78 km persegi berpenduduk sekitar 30.000 jiwa dengan sifat mobilitas tinggi. Karena itu penyebarannya keseluruh Nusa Tenggara Timur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;cukup menyolok. Dari Kabupaten Kupang Pulau tersebut dapat dijangkau dengan kapal laut selama 12 jam berlayar atau 45 menit &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;dengan pesawat &lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:130%;"&gt;         &lt;span style="" lang="IN"&gt; PELAPISAN         SOSIAL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/1600/wanitasabu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/400/wanitasabu.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;          &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Legenda menuturkan, nenek moyang orang Sabu datang dari seberang yang disebut Bou dakka ti dara dahi, agati kolo rai ahhu rai panr hu ude kolo robo. Artinya, orang yang datang dari laut, dari tempat jauh sekali, lalu bermukim dipulau Sabu. Orang pertama adalah Kika Ga dan kakanya Hawu Ga. Keturunan Kika Ga inilah yang disebut orang Sabu (Do Hawu) yang ada sekarang. Nama Rai Hawu atau pulau Sabu berasal dari nama Hawu Ga, salah satu leluhur mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat suku Sabu hidup dalam kekerabatan&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;keluarga batih (Ayah, ibu dan anak) disebut Hewue dara ammu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;Beberapa batih yag bersekutu dalam suatu upacara adat adalah keluarga luas, huwue kaba gatti, dengan memiliki rumah adat sendiri berketurunan satu nenk atau Heidau Appu. Klen kecil disebut Hewue Kerogo, merupakan gabungan beberapa Udu Dara Ammu. Keturunan dua atau tiga nenek bersaudara, beserta cucu dan keturunannya dipimpin Kattu Kerogo. Klen besar disebit Hewue Udu dipimpin oleh banggu Udu.Secara struktural dalam strata masyarakat dikenal kedudukan tertinggi Hewue Dara Ammu dengan pimpinannya Kattu Udu Dara Ammu yang memimpin upacara, mengatur norma kehidupan, menjaga kesatuan dan persatuan keluarga. Ia pemimpin yang pandai dan bijaksana berperan penting dalam kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;         &lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;Kemudian ada hewue Kerogo dipimpin Kattu Kerogo yang mengatur kehidupan Kerogo. Mereka berhak menyatakan pendapat dan hak pakai atas tanah milik Kerogo. Kemudian Hewue Adu dipimpin Banggu Adu mengatur hak pakai tanah untuk Ana Udu karena mempunyai hak ulayat. Setiap penggarapan tanah oleh anggota Udu harus diketahui Banggu Udu. Mereka (Udu) juga tidak dikenakan Ihi Rai, sejenis Upeti yakni sebagian hasil panen diberikan kepada Banggu Udu sebagai tanda mengakui menggarap tanah milik orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;span style="" lang="IN"&gt;         &lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;Anggota-anggota Udu harus taat kepada Banggu Udu terutama dalam hal bergotong royong. Banggu Udu akan segera turun tangan jika ada yang tidak ikut serta atau melawan tanpa alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:130%;"&gt;MATA         PENCAHARIAN &lt;o:p&gt;         &lt;/o:p&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kehidupan mereka terutama tergantung dari lahan pertanian kering, beternak, menangkap ikan, melakukan kerajinan dan berdagang serta membuat gula Sabu dari Nira lontar. Semuanya tidak dikerjakan secara terpisah. Seorang petanji mengerjakan juga pekerjaan lainnya, karena mereka memiliki kalender kerja yang bertumupu pada adat. Semuanya dikerjakan secara tradisional seperti menangkap ikan dengan lukah, bubuh, jala, pukat dan pancing.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/1600/gulungbenang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/320/gulungbenang.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;Kerajinan yang menonjol adalah tenun ikat dengan warna dasar cerah, dan menganyam daunp pandan. Semua pekerjaan ini hampir tidak bernilai komersial karena masih untuk kebutuhan sendiri, seperti halnya membuat gula Sabu sejenis gula Rote, yang menjadi makanan utama. Namun perkembangan jaman menyebabkan mereka juga menanam tanaman perdagangan seperti bawang merah dan kacang tanah untuk dipasarka. Kacang tanah berkulit yang digoreng bersama pasir, merupakan kekhasan mereka sebagai makanan kecil diwaktu senggang. &lt;o:p&gt;         &lt;/o:p&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;Cara bertanam masih sangat tradisonal dengan melepaskan ternak tanpa kandang. Jumlah ternak justru menunjukkan status sosial seseorang. Hewan/ternak piaraan lebih berfungsi sosial ketimbang bernilai ekonomi terutama kuda, kerbau dan domba/kambing. Ternak ini sering menjadi pemenuhan kebutuhan upacara adat seperti kalahiran, perkawinan dan kematian, termasuk untuk upacara sakral, magis religius.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/1600/penenunsabu3.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/320/penenunsabu3.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;         &lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;"&gt;SISTEM KEPERCAYAAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;Masyarakat         Sabu menganut agama asli &lt;i&gt;jingitiu&lt;/i&gt; sebelum agama kristen. Kini 80 % mastyarakat Sabu beragama kristen protestan. Walaupun begitu, pola pikir mereka masih didukung jingitu. Norma kepercayaan mereka masih tetap berlaku dengan kelender adat yang menentukan saat menanam dan upacara lainnya. &lt;o:p&gt;         &lt;/o:p&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;Norma kepercayaan asli masih menerapkan ketentuan hidup adat atau uku, yang konon dipercayai mengatur seluruh kehidupan manusia dan berasal dari leluhur mereka. Semua yang ada dibmi ini Rai Wawa (tanah bawah) berasal dari Deo Ama atau Deo moro dee penyi (dewa mengumpulkan membentuk mancipta). Deo Ama sangat dihormati sekaligus ditakuti, penuh misteri. Menurut kepercayaan itu dibawah Deo Ama terdapat berbagai roh yang mengatur kegiatan musim seperti kemarau oleh Pulodo Wadu, musim hujan oleh Deo Rai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;Pembersihan setelah ada pelanggaran harus dilakukan melalui Ruwe, sementara Deo Heleo merupakan dewa pengawas supervisi. Upacara adat yang dilakukan harus oleh deo Pahami, orang yang dilantik dan diurapi. Upacara dilakukan dengan sajian pemotongan hewan besar. Kegiatan setiap upacara berpusat pada pokok kehidupan yakni pertanian, peternakan dan penggarapan laut. Karena itu selalu ada dewa atau tokoh gaib untuk semua kegiatan, termasuk menyadap nira. Kegiatan pada musim hujan berfungsi pada tokoh dewa wanita “Putri Agung”, Banni Ae, disamping dewa pemberi kesuburan dan kehijauan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Deo manguru. Karena sangat bergantung pada iklim maka mereka memiliki tiga makluk gaib yakni liru balla (langit), rai balla (bumi) dan dahi balla (laut). Masyarakat Sabu juga emiliki pembawa hujan yaitu angin barat : wa lole, selatan : lou lole dari Timur: dimu lole. Begitu banyak dewa atau tokoh gaib sampai hal yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekecil-kecilnya seperti petir dan awan. Begitu juga pada usaha penyadapan nira, ada dewa mayang, dewa penjaga wadah penampung (haik) malah sampai haba hawu dan jiwa hode yang menjaga kayu bakar agar cukup untuk memasak&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;gula Sabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;Kampung masyarakat Sabu memiliki Uli rae, penjaga kampung, kemudi kampung bagian dalam gerbang Timur (maki rae) disebelahnya, serta aji rae dan tiba rae, (penangkiskampung) sama-sama melindungi kampung. &lt;o:p&gt;         &lt;/o:p&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;Oleh karena itu setiap rumah dibangun harus dengan upacara untuk memberi semangat atau hamanga dengan ungkapan wie we worara webahi (jadikanlah seperti tembaga besi. Dalam setiap rumah diusahakan tempat upacara yang dilakukan sesuai musim dan kebutuhan, karena semua warga rumah yang sudah meninggal menjadi deo ama deo apu (dewa bapak dewa leluhur) diundang makan sesajen. Demikian juga terhadap ternak, selalu ada dewa penjaga, disebut deo pada untuk kambing serta dewa mone bala untuk gembalanya. Tetapi selalu ada saja lawannya. Karena itu, ada dewa perussak yang kebetulan tinggal dilat yakni wango dan merupakan asal dari segala macam penyakit. Hama tanaman, angin ribut dan segala bencana. &lt;o:p&gt;         &lt;/o:p&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;Karena itu, kepadanya harus dibuat upacara khusus untuk mengembalikannya ke laut supaya masyarakat terhindar dari berbagai bencana walaupun ada kepercayaan bahwa sebagai musibah itu merupakan kesalahanmanusia sendiri yang lalai membuat upacara adat. Umpamanya jika tidak membuat upacara untuk sang banni ae, maka sang putri ini akan memeras payudaranya yang menimpa manusia menimbulkan penyakit cacar. &lt;o:p&gt;         &lt;/o:p&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;         &lt;/o:p&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;         &lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;"&gt;BAHASA PERGAULAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;          &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pulau Sabu secara pemerintahan termasuk Kabupaten Kupang, namun dalam pembagian wilayah pesebarannya, bahasa sabu termasuk kelompok bahasa Bima – Sumba. Bahasa Sabu mencakup dialek Raijua (di pulau Raijua). Dialek Mesara, Timu dan seba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="center"&gt;         &lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;"&gt;SENI DALAM MASYARAKAT SABU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/1600/pewarnasabu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/320/pewarnasabu.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;Kesenian         yang paling menonjol adalah seni tari dan tenun ikat. Seni tari antara         lain &lt;i&gt;padoa &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;ledo hau. &lt;/i&gt;Padoa ditarikan pria dan wanita sambil bergandengan tangan, berderet melingkar, menggerakkan kaki searah jarum jam, dihentakkan sesuai irama tertentu menurut nyanyian &lt;i&gt;meno         pejo, &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;diiringi &lt;i&gt;pedue&lt;/i&gt; yang diikat pada pergelangan kaki para         penari. Pedue ialah anyaman daun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lontar         berbentuk ketupat yang diisi kacang hijau secukupnya sehingga         menimbulkan suara sesuai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;irama         kaki yang dihentak-hentakkan. Ledo Hau dilakukan berpasangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pria dan wanita diiringi gong dan tambur serta giring-giring pada kaki pria. Hentakan kaki, lenggang dan pandangan merupakan gerakan utama. Gerakan lain dalam tarian ini ialah gerakan para pria yang saling memotong dengan klewang yang menjadi perlengkapan tari para pria.&lt;o:p&gt;         &lt;/o:p&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; word-spacing: 0pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/1600/sarungsabu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/320/sarungsabu.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;Tenun         ikat mereka yang terkenal adalah &lt;i&gt;si hawu&lt;/i&gt; (sarung sabu) dan &lt;i&gt;higi         huri &lt;/i&gt;(selimut). Mereka melakukan semua proses seperti umumnya di Nusa Tengggara Timur. Benang direntangkan pada langa (kayu perentang khusus) supaya mudah mengikatnya sesuai motif, setelah dilumuri lilin. Pencelupan dilakukan dengan empat warna dasar yakni biru pekat dan hitam, diperoleh ramuannya dari nila, merah dari mengkudu dan kuning dari kunyit. &lt;o:p&gt;         &lt;/o:p&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calisto MT;font-size:100%;"&gt;Motif yang dikenal antara lain flora dan fauna serta motif geometris. Setelah itu benang tersebut direntangkan kembali pada &lt;i&gt;langamane &lt;/i&gt;(alat         tenun) untuk memulai proses tenun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-115122574604681253?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/115122574604681253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=115122574604681253&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/115122574604681253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/115122574604681253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2006/06/budaya-sabu_25.html' title='BUDAYA SABU'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-115122448026319287</id><published>2006-06-25T01:33:00.000-07:00</published><updated>2006-06-25T01:34:40.266-07:00</updated><title type='text'>Kajian calon Kabupaten Sabu hampir rampung</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times;"&gt;&lt;b&gt;Kupang, PK&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times;"&gt;Pengkajian tentang calon Kabupaten Sabu oleh tim pengkaji yang dibentuk Panitia Pembentukan Calon Kabupaten Sabu hampir rampung dan sudah mencapai 95 persen. Tim pengkaji ini diketuai Drs. Marthen H Kalle, M.Si (Kepala Statistik Kabupaten Kupang,&lt;b&gt; Red&lt;/b&gt;) bersama sejumlah staf dosen Undana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times;"&gt;Hal ini dijelaskan Ketua Panitia Pembentukan Calon Kabupaten Sabu, Drs. Matheos Lay, M.Si, kepada &lt;i&gt;Pos Kupang, &lt;/i&gt;Senin (15/5), melalui telepon tentang perkembangan perjuangan Pulau Sabu menjadi kabupaten otonom. Dijelaskan, tim sudah melakukan penelitian selama kurang lebih dua bulan dipandu Drs. Marthen Kalle. "Kita berharap hasil kajian tim ini bisa segera dirampungkan dan kita akan serahkan kepada Pak Bupati Medah serta Pansus DPRD Kabupaten Kupang," tegas Lay.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times;"&gt;Menyinggung tentang aspirasi yang berkembang, Lay yang juga mantan Kepala Bappeda Kabupaten Kupang ini menjelaskan, aspirasi akar rumput yang mendukung pembentukan calon kabupaten ini terus masuk dan terus diakomodir. Sementara penyerahan aspirasi ke Gubernur NTT, Piet A Tallo, S.H sudah dilakukan sejak bulan lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times;"&gt;"Hasil pengkajian ini akan diserahkan kepada pak bupati dan Pansus DPRD Kabupaten Kupang untuk ditelaah. Nanti Pemkab Kupang dalam hal ini bupati dan Dewan setempat yang akan menyerahkan dokumen hasil kajian kepada pemerintah pusat. Juga akan ada tim peneliti independen yang akan mengkaji lebih lanjut tentang pembentukan calon kabupaten ini," jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times;"&gt;Menyinggung ada sebagian komponen orang Sabu di Kupang yang masih menolak rencana pembentukan Kabupaten Sabu, Lay yang juga mantan Kepala BKPMD Kabupaten Kupang ini mengatakan, yang kontra adalah orang Sabu yang ada di Kupang, dan bukan orang Sabu yang ada di Pulau Sabu. "Kita akomodir aspirasi akar rumput di Pulau Sabu. Soal pro kontra merupakan hal biasa karena tidak semua harus seratus persen mendukung atau sejalan. Namun harus ada yang mesti berbeda, baru dinamakan dinamika dan ada unsur demokrasi," tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times;"&gt;Menyinggung tentang realisasi perjuangan ini, Lay mengatakan secepatnya akan jauh lebih baik. "Kita harapkan tahun 2007 atau paling lambat tahun 2008 sudah bisa terbentuk calon kabupaten ini. Namun jika lebih cepat akan lebih baik," katanya. &lt;b&gt;(fen)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-115122448026319287?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/115122448026319287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=115122448026319287&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/115122448026319287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/115122448026319287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2006/06/kajian-calon-kabupaten-sabu-hampir.html' title='Kajian calon Kabupaten Sabu hampir rampung'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-115122436941293429</id><published>2006-06-25T01:15:00.001-07:00</published><updated>2006-09-20T02:18:18.040-07:00</updated><title type='text'>My Daughter --- Lucu ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/1600/lola_tegap.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/400/lola_tegap.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Hi ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Nama Ku Lola,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Umur ku sat ini 3,5 Tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Aku Orang sabu juga... cuman aku campuran &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sabu - Sangihe.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);font-family:verdana;" &gt;Aku bangga jadi juga keturunan orang Sabu , karena katanya sih .. orang Sabu itu  kebanyakan hidungnya tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);font-family:verdana;" &gt;apa lagi ya... oya... kata Papa .. karena aku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berdarah campuran&lt;/span&gt;.. makanya rambutku agak sedikit bergelombang .. tdk lurus kayak kebanyakan orang Sabu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);font-family:verdana;" &gt;suatu saat kelak kalau Aku besar aku pingin &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menginjakkan kaki-ku di Sabu&lt;/span&gt;...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);font-family:verdana;" &gt;Semoga...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-115122436941293429?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/115122436941293429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=115122436941293429&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/115122436941293429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/115122436941293429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2006/06/my-daughter-lucu_25.html' title='My Daughter --- Lucu ...'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30194007.post-115114620208243881</id><published>2006-06-24T03:41:00.000-07:00</published><updated>2006-06-25T22:27:11.646-07:00</updated><title type='text'>Aku Orang Sabu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/1600/PAPA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/400/PAPA.jpg" alt="" border="1" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/1600/all_family.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1369/3233/200/all_family.jpg" alt="" border="1" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Sabu ... hmmm.. itulah asal Ku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Pulau di tengah Laut Sawu.. dengan kondisi yg Aku sendiri aku ngga tahu.. karena aku belum pernah menginjakkan kaki ku di sana ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tapi aku bangga lho jadi orang sabu.. karena orang sabu itu unik dan rendah hati banget&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Aku skrg berada di Manado.. blog ini adalah eksperimen pertama ku jd masih butuh sentuhan selanjutnya .. mudah2an bisa terwujud ..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Salam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;JOE ( Ama Teru Ludji )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Savunesse from Manado&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;this blog was made by Joezindo - email : joezindo@gmail.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30194007-115114620208243881?l=orangsabu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orangsabu.blogspot.com/feeds/115114620208243881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30194007&amp;postID=115114620208243881&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/115114620208243881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30194007/posts/default/115114620208243881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orangsabu.blogspot.com/2006/06/aku-orang-sabu.html' title='Aku Orang Sabu'/><author><name>&lt;b&gt;Yohanes Gerson Djami [&lt;br&gt; Ama Teru Ludji]&lt;/b&gt;</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
