Tuesday, December 30, 2008

.:Bahasa Sabu sebagai salah satu identitas Orang Sabu


Kemaren aku nelpon ibuku buat nanyain beberapa kata dalam bahasa Sabu yang akan kumsaukan ke blog-ku. Di awal pembicaraan kami , sebelum aku bertanya , beliau langsung menimpali ku dengan satu sentilan yang menurutku cukup membuat ku malu... Begini katanya " Ama..Ama... baru 10 Tahun tinggal di manado, sudah lupa bahasa Sabu ..". Aku langsung mencoba mengelak dengan menjawab " Iya Ma.. soalnya di sini sudah tidak pernah berbahasa Sabu lagi..". Tapi setelah aku mengakhiri pembicaraan ku dengan beliau , aku langsung sadar bahwa sesuatu .. entah itu budaya , kebiasaan apalagi bahasa , apabila jarang atau tidak pernah lagi diulang atau dilakonkan.. sedikit demi sedikit akan terkikis bahkan hilang dari memory. Nah.. berangkat dari situ aku berjanji dalam hati , andai aku bisa mengajarkan Bahasa Sabu ke istri dan anak - anak ku yang nota bene bukan orang asli Sabu dan mereka bisa menggunakannya .. entah itu cuma beberapa kata dasar.. wah betapa bahagianya aku.
Menilik dari cerita ku di atas.. saya mengajak.. semua warga Sabu di perantauan , khususnya yang jauh dari sabu dan sekitarnya .. marilah kita mengajarkan beberapa kata saja dalam bahasa Sabu kepada Suami / istri / anak-anak kita, supaya selain mereka senantiasa merasa bahwa mereka juga bagian dari kultur sabu yang luhur itu , juga agar di kemudian hari kelak mereka senantiasa mengingat di mana tanah nenek moyang mana mereka. Jika bahasa Inggris saja kitab bisa menjadi fasih menggunakannya .. mudah-mudahan dengan bahasa Sabu ... karena bagaimanapun Bahasa Sabu adalah salah satu identitas yang bisa menunjukkan bahwa kita adalah Orang Sabu

7 comments:

Anonymous said...

wah.. saya baru pertama kalo mendengar etnik Sabu.. tapi sumpah ini bukan karena sayanya yg bego, tp saya yakin memang tidak pernah disebutkan dalam buku pelajaran (geografi ataupun sosiologi).. salut banget dengan Pak Yohannes atas tulisannya mengenai Sabu, terutama pergulatannya dengan budaya.

mengenai postingan bapak ttg mengajari anak bahasa daerah,, hmm.. saya sendiri kecewa karena kemampuan saya menggunakan bahasa daerah sangat minim. Ini dikarenakan ortu tidak maw mengajarkan krn menganggap bahasa indonesia dan inggris jauh lebih penting.. semoga ini perasaan seperti ini tidak terjadi pada anak bapak.

salam.

Yohanes Gerson Djami [
Ama Teru Ludji]
said...

Sebelumnya saya uacapkan terima kasih karena Sdr. Ben udah mau mampir & memberikan komentar di blog ini. Saya sendiria merasa bahwa tidak ada yang salah dengan ketidaktahuan Mas Ben tentang Etnik Sabu, karena dari dulunya memang Suku Sabu adalah sebuah suku kecil di tengah Beratus-ratus suku yang tersebar di seaantero Nusantara ini.Ditambah lagi dengan memang publikasi tentang pulau / suku Sabu sangat terbatas dan sangat jarang sehingga hampir tidak dikenal oleh masyarakat luas.
Justru dengan kehadiran media blog inilah kami ( saya + beberapa teman lain ) berusaha mengangkat informasi tentang Sabu ke permukaan sehingga bisa lebih luas dikenal oleh banyak orang ( salah satu termasuk Mas Ben).
Tentang bahasa daerah .... pemahaman saya , bahasa daerah adalah salah satu yg menunjukkan identitas suatu suku dan mencerminkan keberadaan suatu budaya.. jadi perlu kita lestarikan . Sebagai orang yang memiliki tanggung jawab moral atas tetap terpeliharanya marilah kita memiliki "sikap masih mau tahu" terhadap bahasa daerah kita masing-masing (cat : orang asing saja banyak yang mau belajar bahasa daerah kita).
Mungkin itu yg bisa menjadi pandangan saya tentang Suku Sabu termasuk pelestarian bahasa daerahnya. Kalau kita tidak bisa mengajak orang lain , setidaknya dari lingkungan keluarga dulu lah termasuk anak-anak kita sendiri.

Salam

trixiferyani@yahoo.com said...

hai salam kenal,

aku trixi,terlahir dari suku batak,dulunya aku jg tdk pernah dengar suku sabu,bahkan membayangkan kehidupan orang sabu dengan budayanya...alhasil-sekarang aku menikah dengan orang sabu (Radjah),hehehe dan baru lihat budaya dan orang2 disana ternyata tdk jauh beda dengan suku2 lain yg ada di Indonesia. salut dech sama orang2 sabu...

opayat said...

Kalau mau memeperkaya kosa kata bahasa Sabu, Ama Teru bisa cari buku "Kamus Bahasa Sabu-Indonesia-Inggris yang ditulis oleh Daud Padje dan Gud Reacht Hayat Padje yang diterbitkan atas kejasama dengan Akiko Kagiya dari Zokey University Jepang. Terima kasih. Salam Ama Rihi.

Yohanes Gerson Djami [
Ama Teru Ludji]
said...

Makasih Ama Rihi utntuk masukannya

nona.immOL said...

shaloom.
saya lommi dida kini.. dari namanya mugkin o tahu orang rua saya seorang Sabu Seba, namun saya lair dan dibesarkan di sumatra dan kemudian pindah ke Malang. saya sama sekali tidak bisa berbahasa Sabu.. mohon saranya apabila mau belajar bahasa sabu apa buku yang bisa say baca terimakasih, Tuhan memberkati

dumanau said...

saya peranakan orang Sabu. Bapak saya berasal dari sana dengan nama fam Dumanau dan saya masih memakai nama itu. saya ingin mengenal kosa kata dalam bahasa sabu. dan kalau bisa Bapak Yohanes bisa jelaskan sedikit kira-kira dari daerah sabu mana fam dumanau berasal. terima kasih Bapak. GBU.